CIMB Niaga Kecipratan Investasi Kaum Tajir di Bank
Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:59 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak akhir kuartal pertama 2020 hingga kini tidak menyurutkan bisnis wealth management yang dikelola perbankan. Pasalnya, di tengah pandemi minat masyarakat untuk berinvestasi justru meningkat, terutama dari segmen kelas menengah .
Peningkatan minat dan investasi masyarakat didukung oleh sejumlah faktor. Salah satunya didukung ketersediaan infrastruktur perbankan digital yang memudahkan dalam berinvestasi. ( Baca juga:Pandemi Bikin Bisnis Laboratorium Kian Tersenyum )
Salah satu bank yang mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management, yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). Hingga 30 November 2020, perseroan mencatatkan pertumbuhan asset under management (AUM) pada bisnis wealth management sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya minat nasabah untuk mengalokasikan dana yang tidak terpakai di masa pandemi ke berbagai instrumen investasi. Selain itu, kondisi ekonomi yang belum kondusif juga membuat sebagian nasabah menahan diri untuk berinvestasi langsung dalam kegiatan usaha, sehingga dana yang ada ditempatkan pada instrumen investasi seperti obligasi dan reksa dana.
“Kami menerapkan strategi yang tepat dengan mengoptimalkan kanal distribusi melalui perbankan digital yang memberikan customer experience lebih baik," kata Lani di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Peningkatan minat dan investasi masyarakat didukung oleh sejumlah faktor. Salah satunya didukung ketersediaan infrastruktur perbankan digital yang memudahkan dalam berinvestasi. ( Baca juga:Pandemi Bikin Bisnis Laboratorium Kian Tersenyum )
Salah satu bank yang mencatatkan pertumbuhan bisnis wealth management, yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). Hingga 30 November 2020, perseroan mencatatkan pertumbuhan asset under management (AUM) pada bisnis wealth management sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya minat nasabah untuk mengalokasikan dana yang tidak terpakai di masa pandemi ke berbagai instrumen investasi. Selain itu, kondisi ekonomi yang belum kondusif juga membuat sebagian nasabah menahan diri untuk berinvestasi langsung dalam kegiatan usaha, sehingga dana yang ada ditempatkan pada instrumen investasi seperti obligasi dan reksa dana.
“Kami menerapkan strategi yang tepat dengan mengoptimalkan kanal distribusi melalui perbankan digital yang memberikan customer experience lebih baik," kata Lani di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Lihat Juga :