Tarif Kereta Api Tak Mahal, Menhub Sebut Berkat Duit SBSN

Jum'at, 21 Desember 2018 - 13:15 WIB
Tarif Kereta Api Tak...
Tarif Kereta Api Tak Mahal, Menhub Sebut Berkat Duit SBSN
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku senang membangun proyek transportasi menggunakan anggaran dari surat berharga syariah negara (SBSN). Pasalnya, proyek yang digarap menggunakan anggaran dari sukuk syariah tersebut harus merupakan proyek yang memiliki renacna pasti.

Dia menyebutkan, anggaran proyek perhubungan yang berasal dari SBSN mencapai Rp7,99 triliun atau 19% dari keseluruhan anggaran untuk proyek perhubungan. Adapun proyek yang menggunakan anggaran tersebut adalah proyek kereta api.

"Kami sangat terbantu, rata-rata di kereta api. Karena kita juga cari format yang tingkat kepastiannya tinggi yaitu kereta api," katanya di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Oleh sebab itu, pihaknya selalu melakukan pemantauan detail saat pekan pertama proyek mulai digarap. Hal ini guna memastikan penyerapan anggaran maksimal.

"SBSN adalah pendanaan proyek yang tingkat serapannya paling tinggi. Kami memang melakukan cara yang intensif. Memang proyek kereta api tidak terlalu terekspose, karena tidak langsung dinikmati masyarakat. Tapi kereta api tarifnya relatif tidak mahal, tepat waktu, itu karena jasa dari SBSN," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenhub: Jokowi Banyak...
Kemenhub: Jokowi Banyak Bangun Infrastruktur Transportasi
Penghentian KA Relasi...
Penghentian KA Relasi Sumsel-Lampung Diperpanjang Hingga Akhir Juni
Indonesia Butuh Rp2.085...
Indonesia Butuh Rp2.085 Triliun untuk Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Menhub Ajak Swasta UEA...
Menhub Ajak Swasta UEA Garap Infrastruktur Transportasi RI
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
11 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved