Sri Mulyani: Defisit APBN Capai Rp259,9 T Sepanjang 2018

Rabu, 02 Januari 2019 - 19:30 WIB
Sri Mulyani: Defisit...
Sri Mulyani: Defisit APBN Capai Rp259,9 T Sepanjang 2018
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa defisit anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2018 mencapai Rp259,9 triliun atau 1,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Posisi ini lebih rendah dari tahun 2017 yang sebesar Rp341 triliun atau 2,51% dari PDB.

Menurutnya, angka ini juga jauh lebih kecil dari target yang dicanangkan di APBN 2018. Adapun target defisit di APBN 2018 adalah sebesar Rp325,9 triliun atau 2,19% dari PDB.

"Defisit APBN terealisir Rp259,9 triliun atau 1,76% dari PDB kita. Angka ini jauh lebih kecil dari UU APBN yang menargetkan defsiit Rp325,9 triliun atau 2,19%. Juga jauh lebih kecil dari angka defisit tahun lalu yang mencapai Rp341 triliun jadi penurunannya Rp80 triliun. Tahun lalu defisit di 2,51% GDP," katanya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Perbaikan defisit APBN 2018 ini pun menular terhadap realisasi keseimbangan primer (primary balance) di 2018 yang hampir mendekati Rp0. Pada periode tersebut keseimbangan primernya hanya sekitar Rp1,8 triliun, jauh lebih kecil dibanding tahun lalu yang sebesar Rp123,3 triliun.

"Ini berarti penurunanya mendekati Rp122 triliun hanya dalam waktu satu tahun. Padahal tahun ini harusnya primary balance minus Rp87,3 triliun. Realisasinya Rp1,8 triliun. Jadi dibanding tahun lalu perbaikan primary balance sangat signifikan yaitu dari Rp124,4 triliun jadi Rp1,8 triliun. Ini yang selalu saya sampaikan, APBN 2018 kinerjanya sangat positif dan kita kelola secara hati-hati dan bertanggung jawab," paparnya.

Menurutnya, defisit APBN yang cukup baik ini disebabkan karena penerimaan negara sepanjang 2018 mencapai Rp1.942,3 triliun atau 102,5% dari target di APBN 2018 yang sebesar RP1.894,7 triliun. Selain itu, belanja negara juga realisasinya cukup baik yaitu sebesar Rp2.202,2 triliun atau 99,2% dari target di APBN 2018 yang sebesar Rp2.220,7 triliun.

Dengan realisasi tersebut, hingga akhir tahun pemerintah memiliki kelebihan pembiayaan sebesar Rp40,5 triliun. "Jadi kalau dari sisi ini, kita akan perhatikan kita membukukan adanya kelebihan cash on hand, ditambah dengan SAL tahun lalu yang sebesar Rp78 triliun, maka total dari pemerintah posisinya Rp78 triliun plus Rp40 triliun jumlah SAL yang dipegang pemerintah," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN 2022 Defisit 2,35%,...
APBN 2022 Defisit 2,35%, Sri Mulyani: Bukti Keuangan Negara Sehat dan Kuat
Hingga 12 Desember 2023,...
Hingga 12 Desember 2023, Defisit APBN Hanya Rp35 Triliun
Efisiensi Ketat tapi...
Efisiensi Ketat tapi Defisit APBN Justru Membengkak, Ini Jawaban Sri Mulyani
Jurus Hati-hati Sri...
Jurus Hati-hati Sri Mulyani Biayai Defisit Tahun Depan
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Baru Maret Defisit APBN...
Baru Maret Defisit APBN Sudah Tembus Rp323 Triliun
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
7 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
37 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
56 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved