Panen Raya Bakal Telat, Harga Beras di Jabar Dikhawatirkan Melonjak

Kamis, 03 Januari 2019 - 15:25 WIB
Panen Raya Bakal Telat,...
Panen Raya Bakal Telat, Harga Beras di Jabar Dikhawatirkan Melonjak
A A A
BANDUNG - Panen raya padi di Jawa Barat (Jabar) awal tahun ini diperkirakan mundur dari musim tahunan sekitar bulan Februari. Kondisi tersebut dipastikan bakal mengganggu pasokan beras dan dikhawatirkan berdampak terhadap inflasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, dari hasil evaluasi, masa tanam padi yang semestinya Oktober dan Desember mengalami keterlambatan. Keterlambatan itu dikarenakan adanya anomali iklim di akhir tahun 2018.

"Keterlambatan tanam ini bisa berdampak pada waktu panen dan produksi padi Januari hingga Maret, atau awal 2019. Sehingga berpengaruh terhadap produksi beras di 2019," kata Iwa di sela pelepasan truk operasi pasar di Gudang Bulog Gedebage, Kota Bandung, Kamis (3/1/2019).

Dia khawatir, keterlambatan itu menyebabkan harga beras melonjak. Apalagi sejauh ini harga beras di Jabar selalu tinggi, melebihi harga eceran tertinggi (HET). Harga beras premium tercatat sebesar Rp12.800/kg dan medium Rp9.450/kg.

Tak hanya persoalan keterlambatan tanam padi, Jawa Barat juga dihadapkan pada masalah luas lahan pertanian yang jumlahnya terus mengusut. Pihaknya mencatat, realisasi tanam Oktober-Desember sebanyak 583.648 hektare (ha) atau sekitar 87,43% dari target luas tanam di Jabar seluas 667.547 ha.

Atas dasar itu, kata dia, Presiden telah melakukan rapat terbatas pada 27 Desember 2018 lalu yang hasilnya menginstruksikan Perum Bulog untuk melakukan stabilisasi dan menjaga ketersediaan pasokan beras 2019.

"Jadi akan dilaksanakan operasi pasar serentak di Jabar, untuk membantu pemenuhan beras bagi masyarakat menengah-bawah. OP untuk stabilisasi harga beras seusai hari besar agar inflasi wajar," paparnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
September 2020, Jawa...
September 2020, Jawa Timur Alami Deflasi 0,15 Persen
Berkontribusi Tinggi...
Berkontribusi Tinggi Terhadap Inflasi, Awas! Harga Beras Meningkat Sejak Juli 2022
Harga Komoditas Pertanian...
Harga Komoditas Pertanian di Jawa Barat Anjlok
Sri Mulyani Wanti-wanti...
Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sepelekan Lonjakan Harga Pangan
Harga Beras Melonjak...
Harga Beras Melonjak 15% Lebih dalam Setahun, Terparah di Jawa-Bali
Ketahanan Pangan Cimahi...
Ketahanan Pangan Cimahi Rentan, Kebutuhan Beras Bergantung Pasokan dari Luar
Berita Terkini
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
25 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
1 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
2 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved