Permintaan Tinggi, Prospek Bisnis Benih Bawang Cerah

Senin, 07 Januari 2019 - 10:09 WIB
Permintaan Tinggi, Prospek...
Permintaan Tinggi, Prospek Bisnis Benih Bawang Cerah
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus fokus untuk melanjutkan program swasembada perbenihan, utamanya bawang merah dan bawang putih. Swasembada benih bawang merah sudah dicanangkan sejak 2016 hingga kini.

Sementara itu, program benih bawang putih yang dirintis mulai 2018 bertujuan untuk mencapai swasembada benih bawang putih pada 2021.

Adanya kegiatan swasembada benih yang dilakukan pemerintah tersebut membuktikan adanya permintaan pasar yang tinggi dari kedua komoditas tersebut. Hal ini menjadikan bisnis benih bawang dapat menjadi sumber pendapatan serta kesempatan kerja yang berkontribusi positif bagi perkembangan ekonomi wilayah.

"Permintaan pasar meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini membuktikan bahwa usaha perbenihan di Indonesia masih terbuka lebar," jelas Direktur Perbenihan Hortikultura Sukarman dalam keterangan resminya, Senin (7/1/2019).

Program usaha perbenihan yang dimaksud mulai di tingkat produksi (produsen) hingga ke distribusi (pengedar) ke konsumen. Kepala Subdit Produksi dan Kelembagaan Benih Purnomo Nugroho menuturkan, dalam melakukan kegiatan usaha perbenihan, perlu diperhatikan kaidah-kaidah usaha perbenihan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Itu agar nantinya benih yang tersedia di masyarakat dapat dipastikan kebenaran varietasnya, tepat jenis, tepat mutu, tepat harga dan lokasi," tuturnya.

Permentan No 25/Kpts/SR 130/6/2013 tentang sertifikasi produsen dan pengedar benih hortikultura, mengatur tentang tata cara sertifikasi produsen benih, dan pengedar benih. Perlunya produsen dan pengedar disertifikasi untuk membuktikan kompetensi teknis dan administrasinya dalam melakukan kegiatan pemuliaan, perbanyakan hingga perdagangan benih.

Permentan itu menyebutkan bahwa produsen dapat dikategorikan menjadi 4 level, yakni pemula, terampil, mahir dan handal. Hal itu, kata dia, menunjukkan betapa kegiatan produksi benih memerlukan pengalaman teknis yang mumpuni.

Hal tersebut, kata Purnomo, dapat diasah dari waktu ke waktu didampingi oleh tim teknis Pengawas Benih Tanaman dari UPTD BPSB setempat. Sedangkan, pengedar benih perlu memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengedar agar benih yang diedarkan dapat dipertanggungjawabkan, memahami peraturan perbenihan sehingga benih yang sampai ke masyarakat merupakan benih bernas dan bersertifikasi.

"Sertifikasi kompetensi sebagai produsen dan pengedar tersebut nantinya dapat ditinjau ulang setiap 2 tahun sekali," tuturnya.

Terlepas dari itu, Pengawas Benih Tanaman (PBT) di BPSB Provinsi Jawa Timur Purwoko mengatakan, usaha bidang perbenihan masih terbuka lebar. Kegiatan ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Hanya saja memang perlu kompetensi dalam menjalankannya. Namun, tidak perlu berkecil hati, apabila ingin mendalami usaha perbenihan, kami sebagai PBT siap membimbing," tandas Purwoko.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Stok Bawang Merah Dijamin...
Stok Bawang Merah Dijamin Aman, Kementan Kawal Distribusi
Mentan Pastikan Produksi...
Mentan Pastikan Produksi Bawang Merah Melimpah
Kemendag Akui Harga...
Kemendag Akui Harga Bawang dan Gula Masih Tinggi
Tanam Bawang di Food...
Tanam Bawang di Food Estate Humbahas Gagal, Komisi IV DPR Bakal Cek Lapangan
Mengenal Bawang Hitam,...
Mengenal Bawang Hitam, Rempah Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved