SIMoDIS Bikin Informasi Dana Hasil Ekspor Bisa Realtime

Senin, 07 Januari 2019 - 20:53 WIB
SIMoDIS Bikin Informasi...
SIMoDIS Bikin Informasi Dana Hasil Ekspor Bisa Realtime
A A A
JAKARTA - Pemantauan yang terintegrasi atas data dan/atau informasi devisa terkait kegiatan ekspor dan impor melalui Sistem informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika atau SiMoDIS diharapkan monitoring Dana Hasil Ekspor (DHE) jadi lebih baik. Pasalnya adanya aplikasi ini, bisa membuat data DHE tersedia realtime.

"Kalo data pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) harian, data arus uangnya harus lebih kini. Kami ingin real-time terkait dengan ekspor dan impor untuk kami cocokan PEB dan PIB-nya," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan dan kepatuhan Laporan Bank Indonesia (BI) Farida Peranginangin di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Farida menambahkan, sebelumnya, data DHE yang dimiliki Bank Indonesia ini tersedia setiap satu bulan sekali. Sebab, dibutuhkan beberapa proses sebelum DHE ini benar-benar tersedia. Proses pertama adalah biasanya Bank Indonesia meminta Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

"Setiap PEB kami monitor apakah ekspor itu sudah masuk DHE dalam periode yang ditentukan sesuai dengan nilainya. Kemudian diapakan? Kami cocokan DHE dengan PEB. DHE dapet dari mana ? Karena Bank devisa harus melaporkannya. Kemudian bank devisa dalam negeri buat laporan. Atas dasar itu bi menggunakan aplikasi DHE," jelasnya.

Selanjutnya, Bank Indonesia akan mencocokan dengan hasil laporan Bank Devisa tentang nilai ekspor yang dilaporkan setiap bulan. Jika hasilnya cocok maka Bank Indoesia tidak perlu khawatir, namun masalahnya dalam perjalanannya ada saja ketidakcocokan antara data PEB yang diberikan oleh DJBC dengan data DHE yang dilaporkan Bank Devisa.

Jika data yang didapatkan oleh Bank Indonesia belum match, maka proses yang dijalaninnya agak sedikti lebih panjang. Karena, Bank Indonesia harus memanggil baik itu ekportir ataupun bank devisinya. Sebab menerut Farida, kesalahan bisa dtang dari keduanya.

"Itu sudah match dia sudah tidak punya kewajiban. Tapi kebanyakan belum match. Kami tunggu sampe periodenya. Ada yang masuk ke beberapa kali sampai sesuai peb baru selesai. Kalau sampai batas waktunya belum match juga kita mulai kontak eksportirnya kita kontak banknya," kata Farida.

Sebagai contoh kasus lanjut Farida, ada beberapa Bank Devisa yang telat melaporkan DHE yang dikumpulkan dari eksportir ini kepada Bank Indonesia. Sehingga data DHEnya kemungkinan besar tidak match dengan data terkini PEB yang diberikan oleh DJBC.

Sementara disisi lain ada juga kesalahan yang datang dari eksportirnya itu sendiri. Ada beberapa eksportir yang belum memahami jika setiap kali dia melakukan ekspor harus melaporkannya kepada Bank Devisa yng sudah ditunjuk.

Namun kasus lain ada juga yang memang keduanya sudah mmelaporkan namun ada ketidak cocokan data. Jika ditemukan kasus sperti ini maka biasanya Bank Indonesia akan memanggil keduanya untuk mengetahui alasan dari masing-masing pihak.

"Ada yang telat melapor. Tapi ada juga eksportir. Ada yang belum paham kalo dia yang harus menginformasikan ke banknya. Setelah begitu bisa bank menyusulkan laporan keuangannya, bisa memberikan dokumennya kalo sudah cocok kita anggap clean and clear. Bisa juga sudah masuk semua tapi tidak match dengan PEB," ungkapnya.

Nah dengan aplikasi dan kerjasama ini diharapkan bisa tersaji secara realtime artinya, DHE yang dilaporkan bisa dengan cepat di update. Bagi para eksportir juga akan semakin dipermudah karena yang biasanya mengumpulkan berkas hingga bertroli-troli, kini para eksportir cukup mengupload dokumennya saja via aplikasi.

"Ini sudah dikerjakan. Kami sudah bahas dengan pusat informasi dan teknologi keuangan. Untuk membahas bagaimana ini kita mewujudkan ini. Sudah dibahas termasuk dengan pengadaan pengembangan informasi kami juga. Jadi sistem informasinya gimana," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan DHE Siap Berlaku...
Kebijakan DHE Siap Berlaku 1 Juni 2026, Menko Airlangga Matangkan Regulasi dan Mulai Sosialisasi
Dukung Pemerintah Kumpulkan...
Dukung Pemerintah Kumpulkan Dolar di Dalam Negeri, BI Rilis Aturan Baru
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Bisa Tembus USD300, Luhut: DHE Itu Sangat Penting!
Penerapan DHE Bukan...
Penerapan DHE Bukan Cuma di RI, Menko Airlangga Beri Contoh Malaysia hingga Turki
Airlangga Ungkap Potensi...
Airlangga Ungkap Potensi Menggiurkan dari DHE SDA, Nilainya Rp901 Triliun Per Tahun
Devisa Hasil Ekspor...
Devisa Hasil Ekspor Wajib Parkir 1 Tahun, Dua Instrumen Masih Digodok Pemerintah
Berita Terkini
Hasilkan Riset Berkelanjutan,...
Hasilkan Riset Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Global Youth Action Fund
1 jam yang lalu
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
2 jam yang lalu
BRImo Raih Penghargaan...
BRImo Raih Penghargaan Digital Innovation in Business Transformation di Ajang Digital Innovation Awards 2026
2 jam yang lalu
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
2 jam yang lalu
Tok! Eksportir SDA Wajib...
Tok! Eksportir SDA Wajib Pulangkan 100% Devisa Hasil Ekspor ke Dalam Negeri Mulai Juni 2026
6 jam yang lalu
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
6 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved