Wamenkeu: Bank Sumut Harus Lakukan Penguatan Internal

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:29 WIB
Wamenkeu: Bank Sumut...
Wamenkeu: Bank Sumut Harus Lakukan Penguatan Internal
A A A
MEDAN - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo, mengatakan bahwa perbankan di Sumatra Utara (Sumut), khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Sumut harus melakukan penguatan internal. Sehingga menjadi bank yang sehat dan berdaya saing.

"Sumber daya manusianya (SDM) harus baik, Good Corporate Governance (GCG) internalnya berjalan dengan baik, sehingga nantinya tercipta BPD yang bersih," ujar Mardiasmo dalam acara Sharing Seission Economic Outlook 2019 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi di Hotel Adi Mulia Medan, Selasa (15/1/2019).

Setelah internalnya beres, kata Wamenkeu, Bank Sumut harus memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Daerah di Sumut, baik Pemerintah Provinsi Sumatra Utara maupun Pemerintah Kabupaten/Kota agar pembangunan ekonomi inklusifnya berjalan.

Dengan demikian, semua masyarakat di daerah ini terlayani, mendapatkan akses informasi. Sehingga benar-benar BPD Sumut ini bisa berkiprah menjadikan pembangunan ekonomi inklusif. "Supaya pertumbuhan ekonominya dan inflasinya rendah, dan kesejahteraan rakyat akan semakin baik," kata Mardiasmo.

Edy Rahmayadi pada kesempatan itu, mengharapkan perbankan di Sumut memiliki grand design pertumbuhan ekonomi di Sumut setiap tahunnya. Sehingga keberadaan Bank Sumut sebagai bank pembangunan daerah dapat dirasakan masyarakat keberadaannya.

Disampaikannya, inflasi Sumut pada tahun 2018 secara keseluruhan hanya mencapai 1,23%, dan ini merupakan yang terbaik di 34 Provinsi di Indonesia. "Diharapkan ini semuanya sebagai referensi dan motivasi perbankan khususnya di Sumatra Utara kedepan untuk maju, khususnya dalam pembangunan ekonomi," ujar Edy.

Edy juga sependapat dengan Wamenkeu, bahwa perbankan di Sumut, khususnya Bank Sumut harus memperbaiki internalnya. Dikatakan Edy, perbankan harus diawaki orang-orang yang benar-benar menguasai ekonomi dan perbankan.

Kepada Mardiasmo, Edy menyampaikan, bahwa saat ini Bank Sumut sedang berbenah dan saat ini Bank Sumut belum memiliki Direktur Utama. "Mohon bantuan Pak Wakil Menteri, saat ini Bank Sumut tidak punya nakhoda. Kami sudah mencari nakhoda nya. Sekitar 14 juta penduduk Sumatra Utara. Namun susah sekali mencari satu orang saja untuk memimpin Bank Sumut. Padahal orang Sumatra ini jago-jago. Demografinya luar biasa," sebut Edy Rahmayadi.

Edy juga mengharapkan, agar pada kegiatan Sharing Seission Economic Outlook 2019, perbankan di Sumut dapat mengambil manfaatnya untuk membangun perekonomian di Sumut. "Harus ada hasilnya yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Edy.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengatakan, bahwa BUMD seperti Bank Sumut akan lebih maju dan berkembang, serta pengawasannya lebih ketat dengan Initial Public Offering (IPO), yaitu dengan menawarkan saham kepada nasabah.

Apalagi perbankan ini adalah perusahaan yang membutuhkan kepercayaan. Semakin banyak masyarakat yang percaya semakin menambah keuntungan bagi perbankan. "Sehingga Bank Sumut sebagai Bank Pembangunan Daerah dirasakan kepemilikannya oleh masyarakat Sumatera Utara yang membeli sahamnya," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Pengamat Ekonomi Aviliani. Menurutnya, pelepasan sebagian saham ke publik melalui skema IPO merupakan salah satu langkah penting, yang harus segera dilakukan Bank Sumut untuk bisa lebih maju. "Potensi Bank Sumut sangat besar, jadi harus segera IPO. Apalagi keuntungannya banyak, sehingga bisa semakin memajukan Bank Sumut," katanya.

Keuntungannya setelah IPO, kata Aviliani, antara lain pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tidak perlu lagi menanamkan modal yang besar ke Bank Sumut. Karena Bank Sumut bisa mendapatkan sumber pendanaan dari masyarakat yang membeli saham bank itu. Dengan modal di Bank Sumut yang semakin besar, maka kinerja bank itu semakin bagus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
Ekonom Sebut Penempatan...
Ekonom Sebut Penempatan Dana Pemerintah di Bank Itu Mubazir
OJK Terima 261 Pengaduan...
OJK Terima 261 Pengaduan dari Nasabah Jasa Keuangan di Sumut
Catat Nih! Beda Hitungan...
Catat Nih! Beda Hitungan Pertumbuhan Ekonomi Bank Dunia dengan Pemerintah
BI Fokus Pulihkan Ekonomi,...
BI Fokus Pulihkan Ekonomi, Redenominasi Rupiah Belum Akan Dibahas Tahun Ini
Rincian Tiga Skema Berbagi...
Rincian Tiga Skema Berbagi Beban Krisis Covid-19 Antara BI dan Pemerintah
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved