Menperin Paparkan Daya Tarik Indonesia Bagi Perusahaan Dunia

Jum'at, 25 Januari 2019 - 13:29 WIB
Menperin Paparkan Daya...
Menperin Paparkan Daya Tarik Indonesia Bagi Perusahaan Dunia
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato memaparkan pandangan beberapa negara tentang ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam setiap rangkaian pertemuan pada World Economic Forum (WEF) 2019. Pasalnya banyak perwakilan negara lain menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang stabil secara politik dan ekonomi. Pandangan ini menurutnya menjadi fundamental yang kuat dalam memacu pertumbuhan ekonomi.

“Apalagi, dengan ketersediaan jumlah tenaga kerja, Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan-perusahaan di dunia untuk mendiversifikasi produknya, seperti dari China,” ujar Menperin lewat keterangan resmi di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Terkait adanya isu perang dagang yang berkembang dan kondisi ketidakpastian di tingkat global, Menperin menilai, hal itu bisa menimbulkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengelola norma baru dengan pertumbuhan saat ini.

“Langkah quick wins yang dilakukan, salah satunya mendorong peningkatan investasi di lima sektor unggulan pada Making Indonesia 4.0. Jadi, kita konsisten saja dengan investasi di lima sektor itu, karena mempunyai pasar yang besar,” tuturnya.

Kemenperin terus mendorong peningkatan investasi guna lebih memperdalam struktur industri di dalam negeri, yang juga bertujuan untuk mensubstitusi produk impor.Investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik menjadi Rp226,18 triliun di tahun 2018.

Di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lambat, menurut Airlangga, Indonesia mampu mengatasinya dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi berkisar 5,2% dalam lima tahun terakhir. “Dari capaian itu, kami bisa menyediakan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan yang angkanya terendah dalam empat tahun terakhir,” tuturnya.

Bahkan, di tengah perang dagang Amerika Serikat dan China, Indonesia mengalami keuntungan darisituasi tersebut. “Bagi dua negara itu akan melihat ke kawasan regional lain, termasuk ke Indonesia. Jadi, adainvestasi baru yang akan komit ke Indonesia, ini juga bisa dilihat sebagai stabilisasi bagi wilayah kita,”jelasnya.

Kendati demikian, Menperin berharap, AS dan China bisa lebih menjalin hubungan yang harmonis, sehingga perekonomian Indonesia ikut berjalan lebih cepat. “Yang paling penting adalah globalisasi. Standardisasi jadi penting, kalau kita melakukan perdagangan dengan standar global,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Indonesia telah menyiapkan melalui peta jalan Making Indonesia guna meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global. “Di roadmap itu sudah jelas target yang tercantum, bahwa tahun 2030, Indonesia akan menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia. Kemudian, menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia di 2045, PwC menyampaikan Indonesia bisa menduduki peringkat ke-4 dalam perekonomian dunia,” paparnya.

Keikutsertaan di WEF 2019 merupakan langkah untuk kalibrasi kebijakan Indonesia terkait digitalisasi ekonomi serta globalisasi. "Dengan globalisasi, atau lebih tepatnya glokalisasi ekonomi, kami ingin melihat dan merangkul lebih banyak komunitas, negara serta korporat untuk rekalibrasi kebijakan di Indonesia," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
15 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
28 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved