Kementan-Bulog Distribusikan Jagung untuk Peternak Ayam Jabar

Jum'at, 25 Januari 2019 - 15:32 WIB
Kementan-Bulog Distribusikan...
Kementan-Bulog Distribusikan Jagung untuk Peternak Ayam Jabar
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog hari ini mendistribusikan bantuan jagung tahap pertama bagi para peternak mandiri. Serah terima jagung untuk didistribusikan ke peternak di Jawa Barat (Jabar) ini dilakukan di Gudang PT Sentral Grain Terminal Kawasan Pelabuhan Cigading Cilegon, Banten.

"Ini sebagai bukti kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah-tengah kesulitan yang dihadapi oleh peternak," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/1/2019).

Jagung tersebut dijual ke peternak seharga Rp4.000/kg. Ia berharap selanjutnya peternak dapat membeli jagung dari sentra-sentra produksi jagung yang diperkirakan akan mulai memasuki masa panen raya pada akhir Februari 2019. Dengan begitu, harga jagung petani diharapkan tidak jatuh saat panen raya, dan dilain pihak peternak masih mendapat harga yang wajar.

Ketut Diarmita mengungkapkan, jagung Bulog itu mulai didistribusikan ke peternak hari ini. Untuk wilayah Jawa Barat pengiriman tahap pertama terdiri dari 1.000 ton jagung.

Untuk wilayah Jawa Barat, serah terima jagung diwakili oleh koperasi/asosiasi peternak ayam mandiri dan hari ini diserahkan sebanyak 81 ton jagung dari Bulog kepada peternak.

Pada kesempatan tersebut, hadir perwakilan dari koperasi dan asosiasi peternakan peternak ayam mandiri (Pinsar, PPUN, Koperasi Pertanian Karya Karya Agrisatwa dan Koperasi Unggul Selaras).

Hartono, Ketua PPUN mewakili kelompok peternak penerima bantuan menyampaikan apresiasinya kepada menteri pertanian yang telah membantu peternak kecil untuk memperoleh jagung dengan harga sesuai harga acuan.

Ia katakan bahwa pengolahan jagung untuk pakan ternak ini akan dikerjasamakan dengan pihak lain dalam hal ini pabrik pakan ternak. Sebab, untuk peternak ayam broiler, jagungnya belum dapat diolah sendiri sehingga harus dikerjasamakan ke pabrik pakan yang dilengkapi dengan perjanjian tertulis. Menurutnya, hal ini sangat berbeda dengan pola pakan pada peternak layer (petelur).

"Saya berharap Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat memfasilitasi untuk merekomendasi. Ini akan lebih mudah jika jagung ini bisa disediakan untuk mitra, yaitu pabrik pakan ternak dengan harga yang wajar," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan Instruksikan...
Mentan Instruksikan Percepatan Tanam Saat Panen Jagung di Jeneponto
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Bibit Jagung Unggulan...
Bibit Jagung Unggulan Bantu Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Kabar Gembira bagi Petani,...
Kabar Gembira bagi Petani, Permintaan Jagung Rendah Aflatoxin Tinggi
Produksi Surplus, Ekspor...
Produksi Surplus, Ekspor Jagung Lokal Terkendala Mesin Pengering
Tujuan China dan Filipina,...
Tujuan China dan Filipina, Ekspor Produk Turunan Jagung-Gandum Dilepas Mentan
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
18 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
13 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved