Soal Investasi Unicorn, Menkominfo: Tak Ada Pengendalian Asing

Senin, 28 Januari 2019 - 15:35 WIB
Soal Investasi Unicorn,...
Soal Investasi Unicorn, Menkominfo: Tak Ada Pengendalian Asing
A A A
JAKARTA - Menyinggung soal sejumlah unicorn di Indonesia yang telah dikuasi asing, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, bahwa masih banyak yang berpikir konvensional soal pendanaan investor asing untuk empat startup Unicorn Indonesia. Padahal menurutnya belum tentu uang yang masuk itu bisa menjadikan investor menguasi perusahan tersebut.

Lebih lanjut, jelas Rudiantara para penyuntik dana untuk perusahaan rintisan ini hanyalah financial investor. Investor raksasa dari mancanegara ini, menurut Menkominfo hanya memberikan dana saja, dan tidak akan ikut campur soal manajemen perusahaan.

"Setahu saya mereka masuk itu sebagai financial investor, jadi uangnya aja yang masuk, tapi mereka engga masuk manajemen. Paling banter juga dapet komisaris," ujar Rudiantara di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Menurut Menkominfo tidak akan ada pengendalian dari asing, karena para investor yang menanam modal di startup Unicorn Indonesia tidak ada yang memiliki saham double digit, seluruhnya hanya single digit. "Saya tahu persis tidak ada investornya yang punya saham double digit, semua single digit. Tidak ada pengendalian asing," jelasnya.

Hal tersebut memang sudah didesain sedemikian rupa agar para investor asing tidak memiliki kontrol kepada perusahaan. "Memang didesain demikian sehingga mereka tidak ada kontrol. Kayak di Alibaba kan gitu, uangnya boleh aja masuk," tumbahnya.

Ia pun yakin bahwa para pendiri startup di Indonesia sudah banyak belajar banyak dari para pemain global. "Saya yakin temen-temen founder Indonesia banyak belajar dari global case," pungkasnya.

Sebagai informasi setidaknya saat ini sudah terdapat 4 unicorn di Indonesia. Unicorn sendiri merupakan sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas USD1 miliar atau setara Rp13,5 triliun (kurs Rp13.500/USD). Jumlah unicorn Indonesia tersebut termasuk banyak dibanding negara-negara di Asia Tenggara.

Empat unicorn Indonesia saat ini adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Go-jek baru-baru ini menerima kucuran dana dari Google sebesar USD1,2 miliar. Hal ini menjadikan valuasi Go-Jek saat ini ditaksir mencapai USD4 miliar atau lebih dari Rp53 triliun.

Selanjutnya PT Tokopedia terakhir mendapat suntikan sebesar USD1,1 miliar atau setara dengan Rp 14,7 triliun dari Alibaba Group pada Agustus 2017 silam. Sebelumnya Tokopedia juga menerima pendanaan pada 2014 lalu dari Softbank Japan dan Sequoia Capital senilai USD100 juta atau Rp1,3 triliun.

Sementara Traveloka, mendapatkan pendanaan dari perusahaan travel asal Amerika Serikat (AS) Expedia pada Juni 2017 senilai USD350 juta atau sekitar Rp4,6 triliun. Dengan total pendanaan tersebut, Traveloka kini telah mencapai nilai valuasi lebih dari USD2 miliar atau setara Rp 26,6 triliun.

Adapun CEO Bukalapak Achmad Zaky menyebut Bukalapak telah memiliki valuasi lebih dari Rp13,5 triliun. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan agar ada unicorn yang kelima hingga 2019 mendatang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kominfo Optimistis Tahun...
Kominfo Optimistis Tahun 2024 akan Lahir Tiga Startup Unicorn
Manfaatkan Gadget, Inilah...
Manfaatkan Gadget, Inilah Seluk Beluk Meraup Untung di E-Commerce
Analis Sebut Aksi Bakar...
Analis Sebut Aksi Bakar Uang Bisa Bikin Unicorn Jadi Popcorn
7 Startup Unicorn di...
7 Startup Unicorn di Indonesia, Ada yang Valuasinya Tembus Rp45 Triliun
15 Unicorn dan Centaur...
15 Unicorn dan Centaur Siap Melantai di Bursa RI, Simak Penjelasan BEI
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
19 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
33 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
44 menit yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
58 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
1 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved