Yen Jepang Jadi Bintang, Rupiah Tumbang ke Rp14.093/USD

Selasa, 29 Januari 2019 - 10:30 WIB
Yen Jepang Jadi Bintang,...
Yen Jepang Jadi Bintang, Rupiah Tumbang ke Rp14.093/USD
A A A
JAKARTA - Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China meningkat setelah Departemen Kehakiman AS menuding Huawei Technologies Co Ltd China telah melakukan penipuan dagang. Hal ini membuat investor memburu mata uang safe haven seperti yen Jepang dan USD, serta membuang mata uang dengan aset berisiko seperti euro.

Hal ini membuat kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah di pasar spot pada Selasa (29/1/2019). Indeks Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah tumbang 21 poin atau 0,15% ke level Rp14.093 per USD, setelah kemarin ditutup di level Rp14.071 per USD.

Senada, data Yahoo Finance mencatat mata uang NKRI terdepresiasi 25 poin atau 0,18% menjadi Ro14.085 per USD, usai Senin lalu ditutup di level Rp14.060 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok rupiah pada Selasa ini di Rp14.098 per USD, bearish 60 poin dari posisi Rp14.038 per USD pada Senin kemarin.

Melansir dari Reuters, dengan kondisi terbaru dari hubungan AS-China ditengah pembicaraan kesepakatan dagang, telah meningkatkan status mata uang safe haven. Yen Jepang menjadi bintang ditengah ketidakpastian pasar, dengan naik menjadi 109,27 yen per USD. Yen juga perkasa 0,4% terhadap dolar Australia menjadi 78,04.

Adapun indeks USD yang mengukur kinerjanya melawan enam mata uang utama, mendatar di 95,72. Dan para pelaku pasar memfokuskan diri pada pertemuan kebijakan The Fed pada 29-30 Januari besok.

Investor berharap The Fed mengambil sikap yang lebih hati-hati untuk kebijakan ekonomi 2019, seiring dengan tertekannya pendapatan perusahaan Amerika Serikat akibat hilangnya momentum ekonomi di tingkat global.

Di tempat lain, euro melemah ke level USD1,1427, karena melemahnya ekonomi di Jerman dan Prancis, serta sikap dovish dari Bank Sentral Eropa. Poundsterling turun menjadi USD1,3157, level terendah 3 bulan. Hal ini disebabkan anggota parlemen Inggris yang menolak besar-besaran atas rencana Brexit usulan Perdana Menteri Theresa May.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved