Kementan Genjot Serap Gabah Petani di Jawa Tengah

Rabu, 30 Januari 2019 - 00:42 WIB
Kementan Genjot Serap...
Kementan Genjot Serap Gabah Petani di Jawa Tengah
A A A
JAKARTA - Mengawali pelaksanaan serap gabah petani (SERGAP) tahun 2019 di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kementerian Pertanian menggelar Rapat Koordinasi SERGAP, Selasa (29/1). Rapat tersebut dihadiri Dirjen Hortikultura Kementan sekaligus Penanggung Jawan Program Upaya Khusus (UPSUS) untuk Jateng, Suwandi.

Suwandi menegaskan, pemerintah menargetkan SERGAP pada Januari hingga Maret 2019 sebesar 1,5 juta ton secara nasional. Untuk Provinsi Jawa Tengah ditargetkan 290.398 ton yang penyerapannya tersebar di 4 subdivre Bulog.

"SERGAP ini akan dilakukan secara bekerjasama antara Bulog, TNI dan Kementan. Ada dua mekanisme pembelian oleh Bulog terhadap gabah atau beras petani yaitu pembelian sesuai HPP yaitu beras seharga Rp8.030 per kg dan melalui mekanisme komersial menyesuaikan dengan kualitas jika harga di atas HPP," tegas Suwandi dalam keterangan resmi.

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan, Riwantoro, menambahkan target per bulan dan harian per subdivre sesuai dengan potensi panen yang ada di wilayah tersebut.

"Sehingga untuk mencapai target di Januari hingga Maret tahun ini, daerah yang melakukan panen sudah kita plotkan dan kita akan optimalkan penyerapannya," ujarnya.

Dari pihak Bulog Kadivre Bulog Jawa Tengah, M. Sugit Tedjo Mulyono, mengatakan Bulog siap menyerap gabah petani dengan telah mempersiapkan pendanaan yang cukup dan mempermudah proses kemitraan Bulog dengan petani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Pada kesempatan yang sama Kolonel Suhardi sebagai Ketua Tim Sergap dari Mabes TNI siap mendukung kegiatan Sergap di lapangan bersama para Danrem dan Dandim. "Kami siap menyerap gabah petani," katanya.

Rapat Koordinasi SERGAP ini dilanjutkan dengan kegiatan erap gabah di Kelompok Tani Mulya, Desa Metuk kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Jateng. Di tempat ini dilakukan panen padi Varietas IR64 seluas luas panen 10 hektar dari total 25 hektar dengan hasil 8 ton per hektar.

Harga gabah hari ini (GKP) Rp4.600 hingga Rp4.700 per kg. Telah disepakati bahwa petani siap menjual sebagian dari hasil panennya kepada Bulog untuk membantu pemerintah dalam memenuhi cadangan beras pemerintah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor Pertanian di...
Ekspor Pertanian di Masa Pandemi Meningkat 16,9%
Di Masa Pandemi, Pertanian...
Di Masa Pandemi, Pertanian Menjadi Penyangga Perekonomian Nasional
Atasi Kendala Produksi...
Atasi Kendala Produksi Pertanian, Kementan Tambah Stok Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah
Sumbang Terbesar Ekonomi...
Sumbang Terbesar Ekonomi dan Ekspor Melejit di 1 Tahun Kerja, Mentan Belum Puas
Mentan SYL Kawal Mimpi...
Mentan SYL Kawal Mimpi Besar Indonesia Melalui Kalimantan Tengah
Petani dan Penyuluh...
Petani dan Penyuluh Kostratani Jember Diajari Cara Mengendalikan Hama
Berita Terkini
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
15 menit yang lalu
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
26 menit yang lalu
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
36 menit yang lalu
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
45 menit yang lalu
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
53 menit yang lalu
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved