Hampir Semua Ritel Beralih ke Toko Online

Rabu, 30 Januari 2019 - 11:19 WIB
Hampir Semua Ritel Beralih...
Hampir Semua Ritel Beralih ke Toko Online
A A A
JAKARTA - Sekitar 95% anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah bertransformasi atau beralih ke sistem dalam jaringan (daring). Perubahan ini untuk mendukung bisnis mereka di era digital.

”Ritel di Indonesia saat ini sudah mentransformasikan bisnisnya tidak hanya ke toko fisik, tapi juga ke online store. Anggota kami sekitar 600 anggota dengan 40.000 toko fisik itu sudah 95% mentransformasikan bisnisnya ke online,” kata Ketua Aprindo Roy Mandey dalam jumpa pers Konferensi Future Commerce Indonesia 2019 di Jakarta, kemarin.

Sekitar 5% sisanya, kata Roy, merupakan pemain lokal yang tumbuh dan berkembang dengan kondisi toko fisik dan masih enggan bertransformasi karena optimistis dengan kondisi tersebut.

”Selalu kami yakinkan mereka untuk tidak hanya punya toko offline, tapi juga punya online. Toko fisik juga masih perlu karena tetap saja ada yang butuh melihat secara fisik,” ujarnya.

Menurut Roy, masuknya ritel offline ke sistem online, baik melalui e-commerce atau marketplace disebabkan tingginya permintaan konsumen. ”Tidak hanya (permintaan) milenial, tapi juga oleh para baby boomers (generasi yang lahir dengan rentang tahun lahir 1946– 1964),” tuturnya.

Roy menyebut pengusaha saat ini tidak mungkin bisa menolak digitalisasi. Pasalnya, selain harus mengikuti tren yang ada, digitalisasi dinilai bisa mendongkrak pertumbuhan atau pencapaian target omzet ritel.

”Digitalisasi adalah keniscayaan, maka kita harus absorb (serap). Kami harap peran digitalisasi semakin baik. Artinya, jadi punya aturan, bukan semakin tak punya aturan,” katanya.Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani menilai, bisnis ritel memang sudah seharusnya melakukan inovasi dan antisipasi dengan tren yang berkembang. Menurutnya, jika pengusaha tidak mampu mengantisipasi perubahan gaya hidup, maka bisnisnya akan mati. Apalagi 4% angkatan kerja atau penduduk usia produktif merupakan generasi milenial yang sudah fasih digital.

Keberadaan internet atau digital tentu akan mengubah pola konsumsi. Dia mengatakan, pada 2030 mau tidak mau sektor ritel akan berubah sehingga harus pandai dalam merencanakan bisnisnya supaya tidak ketinggalan pasar.

”Jadi lebih melihatnya pada mengantisipasi pasar. Bisnis harus melihat perubahan demand,” kata dia.

Namun, perubahan konsumsi dari konvensional ke online sebaiknya tidak disikapi berlebihan. Pasalnya, bisnis online belum mampu menyubstitusi offline. ”Tetapi bahwa offline harus punya online itu betul. Jadi, dua-duanya harus dijalankan. Menurut saya tidak apa-apa dipadukan. Jangan mendikotomi antara online dan offline,” kata dia.

Dia mengatakan, dengan memadukan keduanya, penjualan akan lebih tinggi dibandingkan yang hanya memiliki salah satunya. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menilai transformasi bisnis ritel dari offline ke online tidak terelakkan.

”Saya kira suatu saat nanti tidak ada lagi bisnis ritel yang sama sekali tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mengembangkan pasar,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Saat ini bahkan sudah ada aplikasi yang memungkinkan pedagang kios kecil berbisnis ritel secara digital. Menurut Piter, mereka yang tidak memanfaatkan sistem dalam jaringan atau online akan tersisih.

”Bisnis ritel yang paling cepat terpengaruh. Sekarang saja sudah beberapa bisnis ritel yang harus menutup outlet-outlet mereka,” ungkap dia.

Perkembangan teknologi informasi yang kemudian mendorong perubahan gaya hidup menyebabkan pilihan masyarakat tidak lagi berbelanja di supermarket atau toko ritel besar. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat sudah mulai banyak memilih belanja online. ”Mereka tetap ke mal, tapi lebih untuk leisure misal nonton atau ke restoran,” katanya. (Nanang Wijayanto/Kunthi Fahmar Sandy/Ant)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Tuntutan Pengusaha...
Ini Tuntutan Pengusaha Ritel atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
Vaksin Datang, Industri...
Vaksin Datang, Industri Ritel Pede Menyambut Tahun Baru 2021
Banjir Stimulus, Bisnis...
Banjir Stimulus, Bisnis Ritel Diyakini Kembali Bergeliat pada 2021
Turun, Aprindo Pasang...
Turun, Aprindo Pasang Target Pertumbuhan Ritel 5 Persen di Kuartal II
Soal Harga Barang, Peritel...
Soal Harga Barang, Peritel Ingin Tampil di Depan
Bangkitkan Bisnis Ritel,...
Bangkitkan Bisnis Ritel, Aprindo Vaksinasi Garda Terdepannya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved