Kubu Prabowo-Sandi: Skema Utang SBN Perlu Dievaluasi

Rabu, 30 Januari 2019 - 21:51 WIB
Kubu Prabowo-Sandi:...
Kubu Prabowo-Sandi: Skema Utang SBN Perlu Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai skema utang yang dilakukan pemerintah dengan menjual Surat Berharga Negara (SBN) perlu dievaluasi. Koalisi Adil dan Makmur menganggap membengkaknya utang pemerintah karena penjualan SBN.

"Seperti yang saya katakan beberapa kali, SBN ini umurnya baru sekitar 11 tahun. Tapi angkanya sudah mencapai Rp3.600 triliun," ujar Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fuad Bawazier dalam diskusi di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, jumlah utang pemerintah tidak naik signifikan dengan pinjaman utang luar negeri model lama. Adapun utang pemerintah hanya Rp800 triliun sebelum diperkenalkannya mekanisme penjualan SBN.

Sementara, keseluruhan utang dialokasikan untuk proyek. "Yang ini baru 11 tahun sejak Menkeu memperkenalkan sistem utang SBN, langsung melejit utangnya. Utang besar tapi penggunaannya enggak jelas," paparnya.

Dia berpendapat, dari total utang pemerintah saat ini, sebesar Rp4.400 triliun, sebagian besar berasal dari penjualan SBN. Sedangkan sisanya dari sistem utang model lama seperti pinjaman utang luar negeri.

"Sistem model lama itu hanya 18%. Dan 82% komponen utang (SBN)," imbuhnya.

Sehingga, dia meyakini bahwa kemampuan pemerintah untuk membayar utang terancam jika tak segera dievaluasi. Sebab, pembeli SBN meminta bunga yang sangat tinggi.

"Kalau enggak tinggi, saya enggak mau beli surat utang kamu. Karena bunganya itu praktis agak lama, tertinggi di Asia Pasifik," bebernya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Tarik Utang...
Pemerintah Tarik Utang Rp614,9 Triliun, Buat Apa?
Berbagi Beban, BI Borong...
Berbagi Beban, BI Borong Surat Utang Pemerintah Rp457 Triliun
Aman dan Menguntungkan,...
Aman dan Menguntungkan, Pemerintah Ajak Masyarakat Beli SBR01
Pemerintah Terbitkan...
Pemerintah Terbitkan SBN Ritel, Moduit Ajak Masyarakat Investasi dan Berkontribusi untuk Negeri
Pemerintah Sudah Tarik...
Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp273 Triliun per Februari 2021
SBN Syariah Seri ST009...
SBN Syariah Seri ST009 Sudah Bisa Dibeli, Passive Income Sambil Menjaga Bumi
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
48 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved