Ombudsman RI Beri Peringatan Dini untuk Impor 4 Komoditas Pangan

Senin, 04 Februari 2019 - 12:22 WIB
Ombudsman RI Beri Peringatan...
Ombudsman RI Beri Peringatan Dini untuk Impor 4 Komoditas Pangan
A A A
JAKARTA - Ombudsman RI melakukan pengawasan perkembangan impor empat komoditas pangan untuk melihat persoalan yang dihadapi dan mencegah maladministrasi. Untuk itu, Ombudsman RI mengumumkan peringatan dini (early warning) kepada Pemerintah dan pihak terkait dalam tata kelola implementasi kebijakan pangan.

Komisioner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah mengatakan, keempat komoditas ini terdiri dari beras, jagung, gula dan garam. Hal ini dikarenakan impor yang dilakukan pemerintah cukup tinggi yang bisa saja menggangu ekonomi Indonesia.

"Kita menyampaikan empat komodotas yang menjadi pantauan. Mengapa kita sampaikan bulan ini karena kami mempertimbangkan di dalam tahun politik ini perhatian dengan administrasi impor menjadi lengah. Nanti terjadi hal-hal merugikan. Mengapa kita sebut peringatan dini, karena ini bentuk pencegahan," ujar Ahmad Alamsyah di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Dia menambahkan, Ombudsman memahami bahwa diperlukan waktu bagi BPS untuk melakukan perbaikan metode penghitungan angka produksi jagung untuk mengantisipasi perkembangan jangka pendek untuk tiga bulan ke depan.

"Kita menyarankan untuk melakukan evaluasi cepat dan memperketat proses verifikasi kebutuhan impor jagung maupun impor gandum ntuk keperluan industri pakan sebagai basis penerbitan rekomendasi impor, mempersiapkan manajemen stok pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pasokan jagung pakan bagi peternak," katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan alasan pemerintah melakukan impor terhadap empat barang komoditas tersebut, yaitu harga. Dalam hal ini, harga yang murah menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuka keran impor untuk beras, jagung, garam dan gula.

"Karena harganya lebih murah. Seperti jenis-jenis industri tertentu layak untuk garam dan memerlukan jenis komoditi yang impor dan alasannya kualitas tampaknya jauh lebih relevan. Orang akan menganggap ini impor kuncinya verifikasi akurat kebutuhan industri," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Kesal, RI Negara...
Erick Kesal, RI Negara Agraris Tapi Impor Pangan Terus
Cilegon Raih Pengakuan...
Cilegon Raih Pengakuan Tinggi dari Ombudsman atas Pelayanan Publik
Impor Beras Sepanjang...
Impor Beras Sepanjang 2024 Capai 880,82 Ribu Ton, RI Rogoh Kocek Rp8,7 Triliun
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Ombudsman RI Kritik...
Ombudsman RI Kritik 12 Indikator Pengambilan Keputusan Impor Beras Belum Terpenuhi
RI Bakal Impor 4 Komoditas...
RI Bakal Impor 4 Komoditas Pangan Tahun Ini, Beras Tidak Termasuk
Berita Terkini
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
8 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
12 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
27 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
51 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
59 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
1 jam yang lalu
Infografis
Benarkan AS Beri Ukraina...
Benarkan AS Beri Ukraina Senjata Nuklir untuk Melawan Rusia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved