Tekanan Kenaikan Harga Diperkirakan Baru Turun di Juli 2019

Rabu, 06 Februari 2019 - 23:08 WIB
Tekanan Kenaikan Harga...
Tekanan Kenaikan Harga Diperkirakan Baru Turun di Juli 2019
A A A
JAKARTA - Tekanan kenaikan harga pada bulan April 2019 diperkirakan menurun, terutama didorong oleh kecukupan pasokan barang dan distribusi barang yang semakin lancar. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) pada April 2019 sebesar 166,7 atau lebih rendah dari 175,2 pada bulan sebelumnya. Sementara secara spasial, peningkatan Indeks Ekspektasi Harga tiga bulan mendatang terjadi di 15 kota, terdalam di Bandar Lampung.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, konsumen juga memperkirakan tekanan kenaikan harga pada Juli 2019 akan menurun seiring dengan terjaganya pasokan barang dan telah berlalunya periode Idul Fitri 2019.

"Hal ini terindikasi dari lndeks Ekspektasi Harga (IEH) 6 bulan mendatang sebesar 170,7, lebih rendah dan 176,7 pada bulan sebelumnya," ujar Agusman di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Secara spasial, tekanan kenaikan harga pada Juli diperkirakan turun di 10 kota, terendah terjadi di Medan. Adapun tekanan harga pada Januari 2020 diperkirakan menurun, tercermin dan Indeks Ekspektasi Harga (IEH) sebesar 171,5, lebih rendah dari 176,3 pada bulan sebelumnya. Menurut dia, menurunnya tekanan kenaikan harga diperkirakan terjadi di 9 kota, terendah terjadi di Jakarta.

Berdasarkan survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2019, optimisme konsumen tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2019 yang tetap berada pada level optimis yakni sebesar 125,5, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan 127,0 pada Desember 2018.

"Optimisme konsumen tetap terjaga ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan," ungkap dia.Hal itu tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 110,3 dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) sebesar 140,6. Namun, optimisme tersebut menurun dibandingkan dengan tingkat optimisme bulan sebelumnya.Hal ini terjadi akibat kenaikan penghasilan yang tidak setinggi bulan sebelumnya dan berkurangnya keyakinan konsumen untuk membeli barang tahan lama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI: Potensi Stagflasi...
BI: Potensi Stagflasi di Indonesia Perlu Diwaspadai
Survei BI: Kenaikan...
Survei BI: Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat
Angkutan Antar-Kota...
Angkutan Antar-Kota Jadi Biang Keladi Kenaikan Harga-Harga
Arti Inflasi: Penyebab,...
Arti Inflasi: Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mengatasinya
Kenaikan Harga Cabai...
Kenaikan Harga Cabai hingga Rokok Sumbang Inflasi Awal Oktober 2021
BI: Harga Pangan Tak...
BI: Harga Pangan Tak Terkendali Dorong Kenaikan Inflasi 4,9%
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
8 menit yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
21 menit yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
43 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Infografis
13 Perwira Jabat Kapolsek...
13 Perwira Jabat Kapolsek Baru di Jabodetabek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved