Raihan Investasi Indonesia Masih Rendah di Kawasan ASEAN

Jum'at, 08 Februari 2019 - 01:13 WIB
Raihan Investasi Indonesia...
Raihan Investasi Indonesia Masih Rendah di Kawasan ASEAN
A A A
JAKARTA - Arus investasi di Indonesia menurut Senior Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nawir Messi masih lebih rendah dibandingkan negara berkembang di ASEAN. Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) untuk tahun 2018 mencapai Rp721,3 triliun.

"Kalau lihat perbandingan negara sekawasan, kita ini relatif tak efisien dibandingkan hampir semua negara ASEAN. Apalagi dibandingkan Malaysia, Filipina dan Thailand, kita ketinggalan. Something wrong, banyak masalah," ujar Nawir Messi di Jakarta, Kamis (7/2).

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Indef Ariyo DP Irhamna mengungkapkan, layanan perizinan terintegrasi secara online atau Online Single Submission (OSS) menjadi salah satu penyebab perlambatan tersebut. Pasalnya kesiapan pemerintah dalam menjalankan OSS belum dilakukan dengan baik.

"Dari 2017 kan meningkat, tapi pas masuk 2018 kuartal I turun sedikit, drastis pada kuartal II dan makin rendah kuartal III. Kenapa bisa drastis banget? Kalau saya lihat ada faktor internal juga karena sejak 2018 ada sistem OSS, sistem perizinan investasi, dipindahkan ke Kemenko Perekonomian," paparnya..

Tidak hanya itu, beberapa lembaga pembiayaan, khususnya asing, menjadi enggan menggelontorkan dananya jika investor mengurus perizinannya melalui OSS. Hal ini harus menjadi evaluasi pemerintah, khususnya Kemenko Perekonomian dan BKPM tahun ini jika tidak ingin PMA kembali turun.

"Bahkan saya dengar ada beberapa bank yang enggak mau ngasih kredit kalau dari OSS karena masih belum jelas. Dan semalam saya cek sistem di OSS itu masih belum ada format bahasa Inggrisnya, padahal tidak semua asing pake law firm lokal. Saya cek sistemnya dan juga ada beberapa subsektor yang belum ada (layanannya). Ini memang sudah mulai baik, tapi implementasinya harus lebih cepat," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Terbongkar! Mantan Penasihat...
Terbongkar! Mantan Penasihat Ungkap Alasan AS Ogah Investasi di RI
Jaring Investor Asing,...
Jaring Investor Asing, 27 Kawasan Industri Terpadu Disiapkan
Indonesia Negara Paling...
Indonesia Negara Paling Korup ke 85 dari 180 Negara Bikin Investor Ogah Taruh Duit
Cadangan Migas Menipis...
Cadangan Migas Menipis dan Rumitnya Izin Bikin Investor Ogah Masuk ke Indonesia
Wamen Investasi Kenalkan...
Wamen Investasi Kenalkan Terobosan Kemudahan Berusaha untuk Akselerasi Investasi Daerah
Berita Terkini
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
8 menit yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
36 menit yang lalu
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
55 menit yang lalu
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved