Indonesia Negara Paling Korup ke 85 dari 180 Negara Bikin Investor Ogah Taruh Duit
Selasa, 08 September 2020 - 20:55 WIB
loading...
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut, tingginya tingkat persepsi korupsi menjadi hambatan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mencatat persepsi terhadap korupsi di Indonesia masih sangat tinggi, dimana, Indonesia berada diurutan 85 dari 180 negara paling dianggap korupsi. Hal ini dinilai sangat mempengaruhi kinerja investasi dalam negeri.
(Baca Juga: Jokowi Wanti-wanti ke Luhut: Investasi Jangan Minus di Atas 5% )
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, tak hanya kinerja investasi yang terganggu. Tingginya tingkat persepsi korupsi menjadi hambatan bagi investor untuk melakukan investasi di indonesia.
Bahlil menyebut, persepsi korupsi paling sering terjadi di sektor perizinan. Di mana, masih ada oknum dari pemerintah daerah yang masih bermain-main saat para pengusaha mengajukan izin berinvestasi.
"Saya ingin menyampaikan persepsi korupsi di negara kita masih tinggi. Kenapa ini terjadi, sebenarnya pengusaha ini kalau izinnya masih baik tanpa harus menggunakan cara yang tidak baik itu mereka lebih senang. Tapi kalau izinnya ditahan-tahan, dikompromikan, terpaksa pengusaha itu ada banyak caranya, tapi saya pikir sudah harus kita hentikan cara ini," kata dia.
(Baca Juga: Jokowi Wanti-wanti ke Luhut: Investasi Jangan Minus di Atas 5% )
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, tak hanya kinerja investasi yang terganggu. Tingginya tingkat persepsi korupsi menjadi hambatan bagi investor untuk melakukan investasi di indonesia.
Bahlil menyebut, persepsi korupsi paling sering terjadi di sektor perizinan. Di mana, masih ada oknum dari pemerintah daerah yang masih bermain-main saat para pengusaha mengajukan izin berinvestasi.
"Saya ingin menyampaikan persepsi korupsi di negara kita masih tinggi. Kenapa ini terjadi, sebenarnya pengusaha ini kalau izinnya masih baik tanpa harus menggunakan cara yang tidak baik itu mereka lebih senang. Tapi kalau izinnya ditahan-tahan, dikompromikan, terpaksa pengusaha itu ada banyak caranya, tapi saya pikir sudah harus kita hentikan cara ini," kata dia.
Lihat Juga :