Fintech Harus Dorong Inklusi Keuangan

Kamis, 14 Februari 2019 - 10:26 WIB
Fintech Harus Dorong...
Fintech Harus Dorong Inklusi Keuangan
A A A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai kehadiran perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) seharusnya mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan di Tanah Air.

“Fintech ini kan harusnya mendorongkeinklusikeuang an, ke masyarakat yang belum di jamah atau terjamah oleh layanan keuangan. Diarahkan ke unbanked people, yang tidak punya akses ke layanan perbankan,” ujar Rudiantara dalam seminar bertajuk “Teknologi dan Inovasi Untuk Masa Depan Keuangan Islam” di Jakarta kemarin.

Menurut Rudiantara, saat ini fintech penyalur pinjaman (peer to peer lending) masih menyasar pasar eksisting alias masyarakat yang sudah memiliki akses terhadap perbankan atau sudah memiliki rekening bank.

“Sekarang kan kalau mau minjam dari fintech peer to peer lending, syaratnya ada apa? Ada akun bank kan. Kalau punya akun bank, berarti kan sudah punya akses ke perbankan, bisa dalam bentuk tabungan dan lain-lain,” kata Rudiantara.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah berencana memberikan subsidi bagi perusahaan fintech yang menjangkau masyarakat di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang mencakup 122 kabupaten. Dengan kehadiran fintech, diharapkan dapat mempermudah transaksi keuangan di wilayah-wilayah tersebut. Adapun subsidi yang akan diberikan pemerintah termasuk biaya pulsa sehingga akan semakin meringankan masyarakat.

“Kan kalau kita fintech, kita mau pinjam, kita masuk ke aplikasi, kan bayar pulsa, berkurang paket kita. Nah itu yang disubsidi untuk daerah-daerah yang remote. Agar penye lenggara fintech juga tidak hanya ber kum pul di masyarakat yang sudah punya akses keuangan,” jelasnya.

Dengan subsidi yang diberikan kepada fintech tersebut, diharapkan akan semakin meningkatkan tingkat inklusi keuangan yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun ini sebesar 75%. “Saya dalam konteks transaksinya, kan menggunakan teknologi telekomunikasi. Nah di situnya saya pertimbangkan, saya sedang bicara soalnya, belum pasti. Saya pertimbangkan untuk subsidi agar lebih visibel, masyarakat di daerah pun merasa dibantu,” ujar Rudiantara.

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma’ruf Amin mengatakan, kemajuan teknologi harus mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan keuangan syariah, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

“Beberapa contoh perkembangan teknologi digital yang terkait dengan ekonomi keuangan syariah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, misalnya sistem produksi dan rantai nilai dalam sektor industri halal, yang antara lain ditunjukkan pada tingkat efisiensi proses dengan adanya penerapan teknologi digital,” ujar Ma’ruf.

Sementara dari sisi keuangan, lanjutnya, aplikasi fintech yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpul an dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Menurut Ma’ruf Amin, ekonomi syariah harus menjadi pemicu bagi penguatan ekonomi nasional karena ekonomi syariah merupakan dasar dari pemberdayaan ekonomi umat.

“Antara pemberdayaan ekonomi umat dan ekonomi syariah itu saling menopang,” katanya. Dia menuturkan, ekonomi syariah akan kuat jika umat diberdayakan. Umat yang dimaksud tentunya adalah seluruh umat beragama yang saling berinteraksi dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ma’ruf Amin menilai, ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengesampingkan umat minoritas.

“Mengembangkan ekonomi umat berarti memberdayakan semuanya, menitikberatkan pada pemerataan, keadilan sosial, dan kepedulian, guna memperkecil ketimpangan ekonomi saat ini,” ujar Ma’ruf. (Hafid Fuad/Ant)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Cilik Kian...
Pengusaha Cilik Kian Jadi Sasaran Pendanaan Fintech
Ternyata Fintech Syariah...
Ternyata Fintech Syariah Lebih Unggul dari yang Konvensional
Rangkul Investor dan...
Rangkul Investor dan Konsumen, Fintech Alami Sudah Salurkan Pinjaman Rp200 M
Meningkatkan Kafalah...
Meningkatkan Kafalah Pembiayaan, Askrindo Syariah Gandeng Fintech
Fintech Syariah Raih...
Fintech Syariah Raih Penghargaan Internasional sebagai Best Crowdfunding Islamic Platform
Fintech Syariah Salurkan...
Fintech Syariah Salurkan Rp1,28 Triliun untuk 1000 Proyek Properti
Berita Terkini
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
20 menit yang lalu
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
34 menit yang lalu
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
50 menit yang lalu
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
59 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
1 jam yang lalu
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
1 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved