Kolaborasi Freeport Berdayakan Nelayan Kamoro dan Pesisir Mimika

Jum'at, 22 Februari 2019 - 16:40 WIB
Kolaborasi Freeport...
Kolaborasi Freeport Berdayakan Nelayan Kamoro dan Pesisir Mimika
A A A
MIMIKA - PT Freeport Indonesia selaku perusahaan yang berkomitmen mendorong keberhasilan program pemerintah, turut memberikan kontribusinya pada pengembangan sektor perikanan. Salah satunya lewat program community development perusahaan, Freeport menggelar berbagai program untuk memberdayakan nelayan suku Kamoro dan nelayan dari suku lain di pesisir kabupaten Mimika.

Hal ini melihat potensi Indonesia dengan sumber daya laut dan perairan yang besar, sudah seharusnya nelayan dipacu untuk memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki peran yang sangat krusial Semangat memanfaatkan hasil laut ini patut didorong, terutama karena hasil laut menjadi salah satu sumber pangan kaya protein yang dibutuhkan semua orang.

Dalam melaksanakan program-programnya ini Freeport berkolaborasi dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) yang bernaung di bawah Keuskupan Mimika dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika. Kolaborasi dalam memberdayakan nelayan dan penguatan industri perikanan di Kabupaten Mimika dimulai sejak tahun 2005 dengan sejumlah program mencakup perikanan tangkap serta perikanan budidaya.

Untuk perikanan tangkap, beberapa program meliputi pelatihan pengolahan ikan hasil tangkap sebagai bahan pangan, pelatihan perbaikan motor tempel, pelatihan pembuatan perahu nelayan menggunakan bahan fiberglass, pelatihan perbaikan jaring, serta bantuan alat tangkap nelayan. Sementara untuk perikanan budidaya, beberapa program dilaksanakan di antaranya mencakup pelatihan budidaya ikan air tawar serta pelatihan budidaya kepiting bakau.

“Potensi perikanan di pesisir Kabupaten Mimika cukup tinggi, namun belum termanfaatkan secara penuh akibat kendala akses transportasi dan pasar, sarana produksi, dan rendahnya kapasitas tangkap. Inilah salah satu alasan kami dalam melalukan program pendampingan terhadap para nelayan yang ada di pesisir pantai Kabupaten Mimika,” ujar Manajer Community Economic Development PT Freeport Indonesia Yohanes Bewahan.

Menurutnya setelah beberapa tahun melakukan pendampingan dan kolaborasi dengan beberapa mitra, hasil tangkapan serta hasil budidaya para nelayan telah meningkat. Sektor perikanan menjadi salah satu sektor ekonomi yang yang menunjukkan perbaikan.

Salah satu nelayan yang mengikuti program pembinaan Daniel Bipuaro menceritakan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Freeport dan mitranya terhadap para nelayan sangat bermanfaat. Menurutnya selain kemampuan dalam mencari ikan, para nelayan mendapatkan pengetahuan lain mengenai cara mengolah ikan hasil tangkapan agar nilainya meningkat.

“Kami tidak hanya dibantu untuk menangkap lebih banyak ikan, tapi kami juga diajari untuk mengolah hasil tangkapan agar bisa dijual di pasar dan harganya tinggi. Selain itu kami juga dilatih untuk mengelola keuangan keluarga agar kami tidak kesulitan,” tutur Daniel yang juga merupakan kepala kampung Ohotya di Mimika.

Daniel menjelaskan bahwa hasil pelatihan yang diberikan oleh Freeport sangat diperlukan, karena menurutnya ilmu penangkapan ikan membantu para nelayan di Kabupaten Mimika untuk menangkap ikan baik di laut maupun beberapa sungai yang ada di wilayahnya. Menurutnya selain menangkap ikan, para nelayan juga mendapatkan pelatihan untuk melakukan usaha budidaya ikan.

“Teman-teman kami beberapa ada yang menangkap ikan di pesisir pantai ada juga yang menangkap ikan di sungai. Teman-teman yang lain juga ada yang memelihara ikan, biasanya ikan nila dan lele. Ikan itu ada yang dipelihara menggunakan kolam atau keramba jaring apung,” tambah Daniel.

Sambung Yohanes juga menjelaskan bahwa dukungan untuk pengembangan sektor perikanan ini harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya jika hanya dilakukan dukungan untuk meningkatkan kemampuan pengangkapan ikan maupun budidaya ikan, ketika hasil tangkapan dan budidaya naik, justru akan timbul masalah baru.

“Sebagai contoh, setelah kami lakukan dukungan pelatihan dan bantuan alat tangkap serta sarana pendukung lainnya, hasil tangkapan meningkat cukup pesat. Ini tentunya hasil yang sangat diharapkan, tapi kalau kita berhenti di situ saja justru akan lahir masalah baru, karena bisa jadi pasar tidak siap untuk menyerap hasil tangkapan sehingga bisa membuat harga jatuh atau bahkan hasil tangkapan terbuang percuma,” lanjut Yohanes.

Diterangkan juga olehnya pendekatan menyeluruh menjadi standar dalam pendampingan masyarakat yang dilakukan Freeport saat berkolaborasi dengan para mitranya. Dengan pendekatan menyeluruh diharapkan semua aspek yang akan menguatkan sektor terkait akan tersentuh sehingga bisa mandiri. Pada akhirnya dengan kemandirian tersebut akan tercipta industri perikanan yang harapannya akan bisa besar.

"Sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian, kami juga secara khusus memberikan pelatihan perbaikan motor tempel untuk kapal-kapal nelayan. Selain itu kami memberikan pelatihan perawatan alat-alat tangkap ikan serta alat budidaya ikan. Kami berharap para nelayan akan bisa secara mandiri mengurus peralatan perikanan yang mereka miliki,” paparnya.

Yohanes menambahkan kolaborasi yang dilakukan membawa hasil yang cukup baik. Hal itu merujuk pada hasil rata-rata tangkapan puluhan nelayan yang berasal dari suku Kamoro ini ada di kisaran 1-4 ton ikan per bulan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Riset FEB UI: Hilirisasi...
Riset FEB UI: Hilirisasi Tambang Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia
Luncurkan Aplikasi Genetik...
Luncurkan Aplikasi Genetik Ikan Indonesia, Menteri Edhy: Ini Bukan Pencitraan
Potensi Nilai Harta...
Potensi Nilai Harta Karun Laut Indonesia Capai Rp19.774 Triliun
Indonesia Beri Masukan...
Indonesia Beri Masukan Dalam Studi Kebijakan Perikanan Umum Regional di ASEAN
Aplikasi Bank Genetik...
Aplikasi Bank Genetik Ikan Hadir, KKP Gali Informasi Spesies Ikan Indonesia
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved