JK Jadi Saksi RI-Australia Teken Perjanjian Dagang IA-CEPA

Senin, 04 Maret 2019 - 11:58 WIB
JK Jadi Saksi RI-Australia...
JK Jadi Saksi RI-Australia Teken Perjanjian Dagang IA-CEPA
A A A
JAKARTA - Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian itu mencakup akses perdagangan Australia ke pasar Indonesia yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Penandatangan tersebut dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham di Jakarta, Senin pagi tadi. Mendag menerangkan, perjanjian ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang lebih dalam dalam hubungan ekonomi antara Australia dan Indonesia yang telah lama terjalin.

Perjanjian ini menurutnya bertujuan untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia yang mencakup perdagangan barang.

"Ini menguntungkan termasuk langkah-langkah non-tarif, aturan asal, prosedur bea cukai, fasilitasi perdagangan, sanitasi dan phytosanitaxy, hambatan teknis untuk perdagangan) , perdagangan jasa (termasuk layanan profesional, layanan keuangan, layanan telekomunikasi, dan perpindahan orang perorangan), perdagangan elektronik, investasi, kerja sama ekonomi, persaingan, dan ketentuan huku," ujar Mendag Enggar di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Dalam kesempatan yang sama Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia merupakan pangsa besar untuk Australia. Begitu pun dengan Australia yang memiliki pasar yang dibutuhkan Indonesia. "Jadi seperti kalian tahu Indonesia adalah pangsa market yang besar untuk Australia, sebaliknya juga seperti itu. Ini saling menguntungkan," terang JK.

Saat ini total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia tercatat mencapai sebesar USD8,6 miliar pada tahun 2018. Dari total transaksi itu mencakup minyak bumi, fumiture, ban, panel layar, dan alas kaki, sedangkan impor utama Indonesia dari Australia meliputi gandum, minyak bumi , ternak hidup, batubara, dan gula mentah.

Sedangkan total investasi dari Australia ke Indonesia pada tahun 2018 mencapai USD597 juta. Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat begitu Perjanjian mulai berlaku. Setelah penandatanganan Perjanjian, Indonesia dan Australia akan bekerja pada proses ratifikasi yang dipercepat menuju berlakunya perjanjian, sehingga bisnis dari kedua negara dapat memperoleh manfaat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Sertifikasi Bikin Seret...
Sertifikasi Bikin Seret Ekspor, Kemendag Lakukan Lobi-lobi
11 Perjanjian Dagang...
11 Perjanjian Dagang On Going, 4 di Antaranya Target Rampung 2021
Indonesia dan Filipina...
Indonesia dan Filipina Perkuat Kerja Sama Perdagangan Digital
Mendorong Peningkatan...
Mendorong Peningkatan Perdagangan Indonesia dan Nigeria
Sempat Tertunda 4 Tahun,...
Sempat Tertunda 4 Tahun, RI Mendorong Perundingan IT-CEPA Dilanjutkan
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved