Lantik Pengurus Baru, Asosiasi Penambang Nikel Diminta Kawal Regulasi

Kamis, 07 Maret 2019 - 16:42 WIB
Lantik Pengurus Baru,...
Lantik Pengurus Baru, Asosiasi Penambang Nikel Diminta Kawal Regulasi
A A A
JAKARTA - Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Yunus Saefulhak meminta Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal regulasi. Hal ini disampaikan Yunus saat melantik kepengurusan baru APNI periode 2019-2022, sekaligus peresmian kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Duduk sebagai Ketua Umum APNI, Ismerda Lebang, didampingi didampingi oleh Wiratno sebagai Wakil Ketua I dan Risono Wakil Ketua II. Sementara Sekretaris Umum dijabat Meidy Katrin Lengkey.

Yunus Saefulhak lebih lanjut mengingatkan peran asosiasi sebagai mitra Pemerintah. “Kalau sebagai mitra maka jika ada sesuatu yang kurang, dibicarakan dulu sebagai sahabat dengan Pemerintah. Tidak serta merta langsung ke media. Kalau dibicarakan sebagai mitra dengan Pemerintah, maka jalan keluarnya pun akan sebagai mitra,” jelasnya, Kamis (7/3/2019).

Sambung dia juga meminta Asosiasi ini mengawal regulasi, salah satunya terkait dengan harga. “Kita tahu bahwa smelter disebut-sebut sangat berkuasa. Mereka bisa sangat menentukan dalam hal harga, kadar dan verifikasi saat nikel masuk ke smelter. Meski sudah diverifikasi namun tetap masih harus diverifikasi oleh internal perusahaan smelter. Hasilnya langsung diputuskan adalah hasil dari verifikator internal. Padahal harusnya ada wasit,” tandas Yunus.

Dalam situasi seperti inilah, asosiasi bisa berperan menjadi jembatan. Yunus juga mengingatkan pentingnya harga nikel ditetapkan secara ekonomis. karena jika harga di bawah harga keekonomian maka akan berdampak negatif pada kegiatan pertambangan.

“Dampaknya segala macam good mining practice akan hilang mulai dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta aspek lingkungan akan dikorbankan. Biaya untuk kedua aspek itu diminimalkan. Asosiasi punya tugas untuk memastikan good mining practice dijalankan oleh penambang yang menjadi anggota asosiasi ini,” tandas Yunus.

Sementara ketua umum terpilih, Ismerda Lebang menegaskan komitmennya untuk menjadikan asosiasi ini sebagai mitra Pemerintah. “Asosiasi ini bisa sebagai negosiator, fasilitator, jembatan bagi Pemerintah dan penambang nikel. Pemerintah dengan penambang lainnya dan masyarakat dengan penambang. Karena Pemerintah yang punya konsesi bukan pengusaha. Tanggung jawab pengelolaan diberikan pada pengusaha dan itu yang harus dicermati oleh asosiasi ini,” tegas Insmerda.

Di tahap awal ini, Ia bersama pengurus akan melakukan indentifikasi masalah-masalah yang ada selama ini. “Program jangka pendek ini adalah menginventarisasi seluruh permasalahan pertambangan nikel yang ada. Ini yang kemudian dirumuskan mana yang mengganggu seluruh sektor pertambangan,” paparnya. .

Selanjutnya terang dia juga menginventarisasi peran dan tanggung jawab perusahaan pada masyarakat dan lingkungan dan daerah sekitar. “Karena ada dua yang harus dikerjakan pengusaha yakni kesanggupan artinya sanggup memenuhi tanggungjawab yang diberikan regulator pada pengusaha. Dan lebih lagi adalah manfaat kehadiran kegiatan pertambangan bagi masyarakat di sekitar. Jangan sampai menjadi klise saja. Di situ peranan asosiasi ini,” pungkas Insmerda.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
37 menit yang lalu
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
47 menit yang lalu
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
1 jam yang lalu
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
1 jam yang lalu
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
1 jam yang lalu
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
1 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved