Kenaikan Harga Tiket Pesawat Memukul Pariwisata di Danau Toba

Senin, 11 Maret 2019 - 23:53 WIB
Kenaikan Harga Tiket...
Kenaikan Harga Tiket Pesawat Memukul Pariwisata di Danau Toba
A A A
MEDAN - Kenaikan harga tiket pesawat sejak Januari hingga sekarang, memukul industri pariwisata di Sumatra Utara, terutama kawasan Danau Toba. Pantauan SINDOnews, wisatawan atau mereka yang hendak pulang kampung dari Bandara Kualanamu, Berastagi, Kabanjahe, hingga Sipartogi (Silalahi-Paropo-Tongging) sepi dari wisatawan atau mereka yang hendak mulak.

Dampak dari kenaikan tiket pesawat ini dirasakan oleh Ridwan Sitompul, 52 tahun, seorang supir carter mobil asal Jalan Medan Perjuangan. "Sebelum 2019, harga tiket pesawat dari Jakarta-Medan berkisar Rp800.000-Rp1.200.000 per orang, sekarangbisa Rp1.800.000-2.400.000 per orang. Belum lagi bagasi berbayar. Orang kalau tidak ada acara penting, tidak datang ke sini,” ujarnya kepada SINDOnews, Senin (11/3/2019).

Keluhan Ridwan sangat dirasakan SINDOnews saat melakukan pulang kampung sejak dari Bandara Kualanamu hingga Desa Silalahi di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Danau Toba Sepi, Pengusaha dan ABK Kapal Beralih Profesi Jadi Petani

Acara Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (7/11) lalu, biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mencari alternatif wisata lain selain Bali. Umumnya wisatawan lokal dan mancanegara memilih Danau Toba untuk berplesir.

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Memukul Pariwisata di Danau Toba


Namun, akibat mahalnya harga tiket pesawat, kawasan Danau Toba yang biasa di libur long weekend ramai pengunjung, kini lebih banyak "diramaikan" oleh spanduk-spanduk calon legislatif yang dipajang di rumah-rumah penduduk atau pinggir jalan.

Anthony Rumahsondi, salah satu warga di Desa Silalahi I, mengatakan sepinya pariwisata di Danau Toba ditambah dengan masih traumanya masyarakat atas tragedi KM Sinar Bangun. Tenggelamnya kapal tersebut membuat wisatawan takut untuk menggunakan kapal pariwisata. Tampak beberapa kapal pariwisata bersandar di tepi danau.

Begitu pula dengan beberapa resor yang berada di sekitar kawasan Silalahi-Paropo-Tongging, yang sepi dari pengunjung. Akibat sepinya wisatawan, masyarakat pun memilih fokus untuk berkeramba dan menanam bawang di ladang-ladang mereka.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Promosikan...
Indonesia Promosikan Pariwisata Danau Toba di Dubai Business Forum 2025
Wisata Danau Toba di...
Wisata Danau Toba di Parapat Dibuka Kembali, PAD Ditarget Rp500 Juta per Bulan
PPN Tiket Pesawat Dihapus...
PPN Tiket Pesawat Dihapus dan Harga BBM Subsidi Stabil
Majukan KSPN, Kemenhub...
Majukan KSPN, Kemenhub Siapkan 12 Dermaga dan Kapal di Danau Toba
Pemerintah Mulai Garap...
Pemerintah Mulai Garap 10 Desa Wisata di Danau Toba
Polda Sumut Terapkan...
Polda Sumut Terapkan Pengamanan Humanis di F1 Powerboat Lake Toba 2023
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
4 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
5 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
5 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved