BI Nilai Surplus Neraca Dagang Berdampak Positif ke Transaksi Berjalan

Jum'at, 15 Maret 2019 - 19:29 WIB
BI Nilai Surplus Neraca...
BI Nilai Surplus Neraca Dagang Berdampak Positif ke Transaksi Berjalan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang surplus neraca perdagangan pada Februari 2019 berdampak positif pada upaya memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan. Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019 seperti diketahui tercatat surplus USD0,33 miliar atau membaik dari kondisi pada bulan sebelumnya yang tercatat defisit sebesar USD1,06 miliar.

Surplus tersebut banyak dipengaruhi oleh kenaikan pada neraca perdagangan nonmigas akibat penurunan impor nonmigas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor nonmigas.

"Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik sehingga tetap dapat memperkuat ketahanan sektor eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tidak banyak berbeda dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Februari 2019 tercatat sebesar USD0,79 miliar membaik dibandingkan dengan kondisi pada bulan sebelumnya yang mengalami defisit sebesar USD0,64 miliar.

Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sebesar USD2,69 miliar lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor nonmigas sebesar USD1,25 miliar. Penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada impor mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, serta mesin/pesawat mekanik.

Sedangkan penurunan ekspor nonmigas terutama terjadi pada ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati serta bijih, kerak, dan abu logam. Penurunan ekspor nonmigas tersebut tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun.

Defisit neraca perdagangan migas pada Februari 2019 tercatat sebesar USD0,46 miliar tidak banyak berubah dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar USD0,42 miliar. Defisit tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar USD0,15 miliar sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan impor migas sebesar USD0,10 miliar (mtm).

Penurunan ekspor migas terjadi pada komponen gas sejalan dengan penurunan volume ekspor dan harga gas. Sementara itu, penurunan impor migas terjadi pada komponen minyak mentah seiring dengan penurunan volume dan harga impor minyak mentah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Juara Nih! Sembilan...
Juara Nih! Sembilan Tahun Defisit, Transaksi Berjalan Mulai Surplus
Habis Defisit, Neraca...
Habis Defisit, Neraca Pembayaran RI Mulai 'Untung' Besar
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Makin Mengecil, Ini Sebabnya
BI: Neraca Pembayaran...
BI: Neraca Pembayaran RI Minus 0,4 Miliar Dolar AS
Transaksi Berjalan Surplus...
Transaksi Berjalan Surplus USD1 Miliar di Triwulan III/2020
Bank Indonesia Optimis...
Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
15 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
44 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved