Pemangkasan Pajak Korporasi Diingatkan Jangan Bebani APBN

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:08 WIB
Pemangkasan Pajak Korporasi...
Pemangkasan Pajak Korporasi Diingatkan Jangan Bebani APBN
A A A
JAKARTA - Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan bagi korporasi, diingatkan oleh Ekonom dari dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudisthira jangan sampai membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Seperti diterangkan apabila pajak korporasi dipangkas, maka bakal mengurangi pemasukan bagi APBN apabila tidak dibarengi dengan perluasan tax base.

Sebelumnya ada anggapan bahwa seharusnya PPh Badan bisa menjadi 5% sampai dengan 8%, meski Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan masih harus ada pertimbangan yang matang secara mendalam dan menyeluruh sebelum melakukannya. Sementara itu Ekonom Bhima Yudisthira mengutarakan, apabila dilakukan maka agar penurunan PPh secara bertahap.

"Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, tarif ideal PPh badan berkisar 17%. Solusinya Indonesia bisa turunkan tarif secara bertahap ke 20% tahun 2019 dan 17% di 2020. Jangan langsung ke 17% karena efeknya negatif ke APBN," ujar Bhima Yudisthira saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (23/3/2019)

Sambung dia mengutarakan, pemerintah perlu kajian lebih mendalam terkait penurunan PPh badan ke rasio pajak. Dimana saat ini rasio pajak hanya 11,5% atau menjadi salah satu yang terendah dibanding negara-negara ASEAN lainnya. "Jika penurunan PPh dilakukan, konsekuensinya defisit anggaran bisa melebar. Defisit itu nantinya ditutup lewat penerbitan utang baru," paparnya

Selain itu dinilai olehnya pemotongan PPh ini belum bisa bisa menstimulus ekonomi nasional, lantaran permasalahan saat ini lebih ke permintaan global dan harga komoditas yang lesu. Walaupun ada efek dari pemangkasan pajak korporasi demi menggerakkan ekonomi, dampaknya diyakini tidak akan terlalu signifikan. "Pemangkasan pajak bisa menstimulus konsumsi rumah tangga dan investasi domestik, tapi tetap terbatas," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Pajak PPh...
Diskon Tarif Pajak PPh Badan Berlaku Pekan Ini
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Pembebasan Pajak Penghasilan...
Pembebasan Pajak Penghasilan Bagi UMKM di 2021, Simak Syaratnya
Pajak Orang Super Kaya...
Pajak Orang Super Kaya Resmi Naik Jadi 35%, Segini Gajinya
Asyik, Gajian Full Bebas...
Asyik, Gajian Full Bebas Pajak Diperpanjang Sepanjang Tahun
Pajak Perusahaan Batal...
Pajak Perusahaan Batal Turun Jadi 20%, Sri Mulyani Kasih Penjelasan Begini
Berita Terkini
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
3 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
11 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
11 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
12 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
12 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
12 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved