Indonesia Berkontribusi terhadap Dunia untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 06 April 2019 - 13:47 WIB
Indonesia Berkontribusi...
Indonesia Berkontribusi terhadap Dunia untuk Ketahanan Pangan
A A A
ROMA - Indonesia berkontribusi dalam mengkaji situasi kesehatan dan perlindungan tumbuhan dunia, serta penyusunan kebijakan global untuk mencegah penyebaran hama tumbuh.Hal ini disampaikan oleh Ketua Delri Antarjo Dikin sebagai perwakilan delegasi Indonesia dalam sidang tahunan Komisi Global Kebijakan Fitosanitasi (Comission on Phytosanitary Measures/CPM) ke-14, yang berlangsung tanggal 1-5 April 2019 di kantor pusat FAO.

“Sidang tahunan ini merupakan kegiatan yang sangat strategis karena menyusun rencana aksi bagi peringatan International Year of Plant Health 2020,“ ujar Antarjo.

Banyak hal yang perlu dilakukan guna mencapai ketahanan pangan yaitu tersedianya pangan sampai ke tingkat rumah tangga baik jumlah maupun mutu, tersedianya pakan, bahan baku industri, sandang, penyediaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta sumber devisa negara.

Untuk menjaga agar sumber daya baik hewan dan tumbuhan tersebut dapat berproduksi dengan produktivitas yang tinggi, salah satu yang perlu dilakukan adalah melakukan pencegahan terhadap masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan serta organisme pengganggu tumbuhan serta cemaran- cemaran biologis, kimia, dan fisik yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Sebagai konsekuensi keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian- perjanjian internasional, disamping melaksanakan pencegahan pemasukan dan penyebaran hama dan penyakit hewan dan ikan karantina serta orgsanisme penggangu tumbuhan karantina, kita juga harus mencegah pemasukan dan pengeluaran pangan dan pakan yang mengandung cemaran biologis, kimia dan fisik yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia, hewan, ikan dan tumbuhan.

Sebelumnya di Jakarta (4/4/2019) dalam “Regional Conference on Strengthening Southeast Asia’s Food Security, Nutrition, and Farmers’ Welfare through the UN Decade of Family Farming” di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Asisten Direktur Jenderal Food Agriculture Organization (FAO), Kundhavi Kadiresan memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas kesiapan dalam mengatasi kerawanan pangan dan kekurangan gizi di Asia Tenggara. Bahkan apresiasi pun diberikan terhadap berbagai program dan capaian pembangunan pertanian Kementan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Hadir pada kegiatan tersebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Dalam konferensi ini, Mentan Amran menyampaikan kesiapan pemerintah Indonesia dalam mendukung upaya FAO guna mewujudkan ketahanan pangan dan gizi, serta kesejahteraan masyarakat Asia Tenggara. Upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan pemersatu semua bangsa, tanpa mengenal batasan.

“Tujuan yang sama dalam mewujudkan ketahanan pangan telah mengikat kita semua untuk bersama menggapai masa depan yang lebih baik. Mari kita manfaatkan hal tersebut semaksimal mungkin,” papar Amran.

Karena itu, Amran mengharapkan konferensi ini dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, serta kesejahteraan petani. Peranan penting keluarga petani dalam menciptakan pangan yang aman dan berkelanjutan untuk masyarakat juga menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

“Masa depan ketahanan pangan bukan terletak pada perusahaan-perusahaan besar, tapi justru berada di tangan jutaan keluarga petani. Karena itu penting untuk mengubah paradigma kita. Sudah saatnya petani menjadi fokus utama dari kebijakan dan program di sektor pertanian,” tegasnya.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
8 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
23 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
23 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
32 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
46 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved