Sesi Siang, Rupiah Berotot 20 Poin Menjadi Rp14.146/USD

Selasa, 09 April 2019 - 13:00 WIB
Sesi Siang, Rupiah Berotot...
Sesi Siang, Rupiah Berotot 20 Poin Menjadi Rp14.146/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa (9/4/2019). Pada sesi I perdagangan, rupiah di data Bloomberg, berotot 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.146 per USD.

Sebelumnya di awal perdagangan, rupiah dibuka rebound atau balik menguat 12 poin atau 0,08% di level Rp14.155 per USD, dimana pada Senin kemarin, rupiah ditutup melemah di level Rp14.167 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah pada jeda siang ini, terapresiasi 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.140 per USD, setelah pada Senin lalu berada di level Rp14.160 per USD.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini berada di Rp14.150 per USD, terdepresiasi dari posisi Rp14.145 per USD pada Senin lalu.

Penguatan rupiah di pasar spot seiring data perekonomian Indonesia yang stabil. Cadangan devisa pada Maret 2019 meningkat menjadi USD124,5 miliar. Lebih tinggi dibandingkan akhir Februari 2019 sebesar USD123,3 miliar.

Hal ini ditambah dengan data penjualan eceran pada Februari 2019 yang terus meningkat. Indeks Penjualan Riil (IPR) periode Februari 2019 mencapai 218,2 atau meningkat 9,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Sementara itu, dolar AS pada Selasa ini terbelenggu oleh kombinasi data ekonomi AS yang lemah dan keuntungan dari mata uang yang terkait komoditas, yaitu dolar Kanada dan dolar Australia.

Melansir dari Reuters, Selasa (9/4), kekuatan dolar AS memudar meski data pertumbuhan tenaga kerja solid, karena kenaikan upah telah melambat. Kenaikan upah bulan Maret hanya tumbuh 0,1% berbanding Februari 0,4%. "Jadi USD belum dapat menemukan daya tarik," kata Shin Katoda, ahli strategi senior pasar uang di Barclays di Tokyo.

Adapun indeks USD yang mengukur kinerja greenback melawan enam mata uang utama, beringsut 0,05% menjadi 97,001, setelah kehilangan 0,35% pada hari sebelumnya. Hal ini juga menandai penurunan harian terbesar sejak 20 Maret 2019.

Hasil itu membuat USD melemah 0,1% menjadi 111,37 yen Jepang. Poundsterling Inggris menguat 0,1% menjadi USD1,3078, euro mendatar di level USD1,1265. Dolar Australia stabil di USD0,7128, setelah naik 0,3% pada sehari sebelumnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved