Ditjen PSP Minta Alsintan Dikelola Secara Berkesinambungan

Kamis, 02 Mei 2019 - 07:11 WIB
Ditjen PSP Minta Alsintan...
Ditjen PSP Minta Alsintan Dikelola Secara Berkesinambungan
A A A
JAKARTA - Alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) tak hanya dioptimalkan penggunaanya ke petani. Diharapkan, alsintan tersebut bisa dikelola secara khusus oleh Poktan, Gapoktan, UPJA, atau KUB supaya berkesinambungan.

"Alsintan yang dikelola secara khusus oleh UPJA atau KUB tersebut hasil sewanya bisa digunakan untuk beli spare part dan biaya perawatan. Bahkan, kalau hasil sewanya banyak, pengelola bisa beli alsintan untuk mengembangkan usahanya," papar Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Rabu (1/5/2019).

Menurut Sarwo Edhy, apabila alsintan tersebut bisa dikelola dengan baik akan mendorong dan mempercepat terwujudnya pertanian modern.

Petani yang memanfaatkan alsintan akan lebih cepat saat olah lahan, tanam dan panen. "Petani yang sudah memanfaatkan alsintan produksi per tanamannya pun meningkat. Dari sebelumnya hanya 2 kali per tahun, setelah menggunakan alsintan bisa tanam 3 kali per tahun. Sehingga IP pun meningkat," jelas Sarwo Edhy.

Untuk mempermudah aplikasi alsintan sampai ke tingkat petani, pemerintah bersama penyedia jasa alsintan terus melakukan pelatihan langsung cara mengoperasikan alsintan di sejumlah Poktan dan Gapoktan.

"Ada juga pelatihan cara merakit alsintan untuk para operator dan ada juga pelatihan tata cara pengoperasian alsintan," ujarnya.

Sarwo Edhy juga mengatakan, sampai saat ini sejumlah pengelola alsintan di desa-desa tak ada masalah dengan sparet part.

Sebab, penyedia alsintan sudah menyiapkannya. Bahkan, penyedia alsintan memberi garansi terhadap alsintan yang digunakan petani selama setahun.

"Di sejumlah UPJA juga sudah ada yang mengintegrasikan usahanya dengan usaha perbengkelan. Kami juga sudah menyiapkan mobil service alsintan yang keliling di sejumlah daerah meski jumlahnya tak banyak," papar Sarwo Edhy.

Apabila di satu desa atau kecamatan ada alsintan yang berlebih bisa dimanfaatkan ke daerah lainnya. "Sebab setelah kami lakukan evaluasi memang ada beberapa desa yang penggunaan alsintannya kurang maksimal. Sehingga alsintan tersebut bisa dioptimalkan ke daerah lain," tutur Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Kejari Cirebon Tahan...
Kejari Cirebon Tahan Dua ASN Terkait Korupsi Alsintan Kementan
Kejagung Periksa Tiga...
Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved