Kunci Perbaiki Defisit Perdagangan, Jokowi Minta Perizinan Dipermudah

Kamis, 09 Mei 2019 - 12:28 WIB
Kunci Perbaiki Defisit...
Kunci Perbaiki Defisit Perdagangan, Jokowi Minta Perizinan Dipermudah
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram dengan proses perizinan di Indonesia yang masih lama hingga menganggu investor dalam menanamkan modalnya ke Tanah Air. Masalah tersebut menurutnya harus mampu segera diselesaikan, demi memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan defisit neraca perdagangan.

"Perizinan saya sudah bolak balik ngomong lebih dari 20 tahun tidak bisa selesaikan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, karena ekspor kita. Kedua investasi kita. Dua hal itu tak bisa kita selesaikan dengan baik. Kita tahu masalahnya itu. Ini niat atau enggak niat? Mau atau enggak mau? Kalo dua (masalah itu) bisa diselesaikan, rampung kita," ujar Jokowi saat pembukaan Musyarawah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Lebih lanjut, Ia menekankan Indonesia saat ini sangat membutuhkan ekspor dan investasi terutama yang berorientasi pada ekspor. Sambung Jokowi menambahkan, ingin agar perizinan dipermudah karena menurutnya memudahkan perizinan investasi menjadi kunci untuk memperbaiki CAD. "Problemnya itu sudah kelihatan, persoalannya juga sudah kelihatan, tantangannya juga sudah kelihatan. Tinggal kita mau penyelesaian kedepan," jelasnya.

Jokowi mengaku sudah menginstruksikan kementerian/lembaga terkait untuk memangkas jumlah perizinan sektor pembangkit listrik, dan hasilnya sekarang tersisa 58 perizinan. "Maka investor sudah bisa menanamkan dananya di tanah air," terang dia

Sambung dia mengingatkan, persoalan Indonesia adalah defisit transaksi berjalan, lantaran tidak berorientasi pada ekspor dan investasi. Ia pun mengaku jengkel karena persoalan penyerdehanaan perizinan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

"Jengkel saya, enggak bisa selesaikan yang sudah kelihatan. Kalau lingkup kota masih sanggup, lingkup provinsi sanggup, tapi lingkup negara, 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota (itu susah)," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Makin Mengecil, Ini Sebabnya
Habis Defisit, Neraca...
Habis Defisit, Neraca Pembayaran RI Mulai 'Untung' Besar
Bank Indonesia Optimis...
Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Ini Faktor Bikin Defisit...
Ini Faktor Bikin Defisit Transaksi Berjalan 1,4% dari PDB
Juara Nih! Sembilan...
Juara Nih! Sembilan Tahun Defisit, Transaksi Berjalan Mulai Surplus
Impor Turun, Defisit...
Impor Turun, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I/2020 di Bawah 1,5%
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
25 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
50 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
56 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved