Tekad Kuat Kementan Sukseskan Program Serasi Demi Kedaulatan Pangan

Minggu, 12 Mei 2019 - 17:53 WIB
Tekad Kuat Kementan...
Tekad Kuat Kementan Sukseskan Program Serasi Demi Kedaulatan Pangan
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah menyerah tingkatkan produksi padi. Meskipun, mencetak lahan sawah baru masih terkendala. Tak habis akal, Kementan pun memanfaat lahan rawa dengan optimasi melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Namun, memanfaatkan lahan rawa tidaklah mudah. Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Tidak sedikit tantangannya. Pertama, areal pertanian tergenang pada musim hujan (rendeng). Kedua, infrastruktur irigasi di lahan rawa belum lengkap. Kemudian keterbatasan tenaga kerja pertanian dan jaminan harga dan pemasaran rendah," jelas Sarwo Edhy, Minggu (12/5/2019).

Meski berat, lanjut Sarwo Edhy, potensi lahan rawa yang siap untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian harus dilakukan. Pasalnya, ini diperlukan untuk mewujudkan Indonesia jadi lumbung pangan. Apalagi, terjadi penurunan Data Eksisting Luas Lahan Sawah menjadi sekitar 7,7 juta hektar menurut versi validasi BPS.

"Pengamanan ketahanan pangan nasional melalui jumlah hasil produksi juga perlu terus ditingkatkan. Ini juga sebagai upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan Luas Areal Tanam komoditas pertanian. Lalu sasaran akhir kedaulatan pangan pada tahun 2045," tutur Sarwo Edhy.

Yang menjadi sasaran Kementan untuk kegiatan optimasi lahan rawa ada di tiga provinsi. Yakni Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Bila ditotal, terdapat persawahan yang dapat dioptimalkan di lahan rawa, dengan alokasi seluas 500.000 ha.

Adapun prinsip desain tata kelola air di lahan rawa dapat mengatasi sejumlah kendala. Di antaranya dapat mengatasi kekurangan air segar (air baku pertanian) pada saat musim kemarau, mampu membuang kelebihan air saat musim hujan, mampu memproteksi lahan dari genangan banjir saat musim hujan, dan secara operasional bisa melakukan sirkulasi untuk mengatasi masalah kualitas air.

Sementara, yang sudah dilakukan Kementan antara lain Survey Investigasi dan Design (SID) Sederhana, rehabilitasi jaringan irigasi, memberikan bantuan Alsintan pra dan pasca panen. Juga ada bantuan SAPRODI (Benih, Pupuk, Dolomit, Herbisida), integrasi budidaya hortikultura, ternak, ikan, Pengembangan Usaha melalui Kelompok Usaha bersama (KUB), dan melibatkan petani milenial.

"Progress terkini sudah ada penyelesaian SID/Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan lokal. Administrasi kegiatan di tingkat Propinsi/Kabupaten juga selesai. Kemudian pemberkasan bantuan Pemerintah untuk kegiatan kontruksi pelaksanaan kontruksi pada lokasi yang sudah selesai SID/DED," tuturnya.

Untuk memperlancar Program Serasi, Kementan juga menggandeng TNI Angkatan Darat. Peran dan fungsi TNI AD dalam pelaksanaan kegiatan ini untuk mengkoordinasikan peran serta Babinsa dalam kegiatan yang dilaksanakan petani.

TNI AD juga membantu pelaksanaan SID dalam hal sosialisasi kegiatan dan mendampingi dalam proses survei lapangan. Mendampingi dalam proses pengerjaan fisik di lapangan.

"Selain itu, juga membantu menyampaikan laporan perkembangan kegiatan kepada koordinator yang ditetapkan oleh Sterad. Juga membantu memastikan semua spesifikasi pekerjaan telah terlaksana sesuai dengan rencana," tambahnya.

Kegiatan Serasi dapat berdampak pada peningkatan Indeks Pertanaman dan/atau produktivitas serta peningkatan pendapatan petani. Optimasi lahan rawa dilaksanakan melalui kegiatan tata kelola irigasi, pemanfaatan alsintan, serta Penguatan Kelembagaan Petani/P3A.

"Pengawalan dan pendampingan secara intensif dari instansi pusat,propinsi, kabupaten bekerjasama dengan TNI AD diharapkan berpengaruh nyata terhadap akselerasi dan hasil kegiatan di lapangan. Koordinasi dan sinergitas dengan instansi terkait perlu dilakukan dalam upaya pencapaian target program dan kegiatan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Optimasi Lahan Rawa
Lahan Rawa di Banyuasin...
Lahan Rawa di Banyuasin Dikembangkan untuk Tumbuhkan Wirausaha Muda Pertanian
Pertanian Lahan Rawa...
Pertanian Lahan Rawa Dikembangkan Petani Muda Banyuasin
Program Food Estate...
Program Food Estate Bisa Mulus dengan Empat Pilar Ini
Percepatan Tanam Mulai...
Percepatan Tanam Mulai Dilakukan Oleh Petani dan Penyuluh Kostratani Musi Rawa
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani Muda Berpartisipasi di YAA Lahan Rawa 2024
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved