Gandeng KSEI, BI Dorong Penerbitan Surat Berharga Komersial

Jum'at, 17 Mei 2019 - 16:15 WIB
Gandeng KSEI, BI Dorong...
Gandeng KSEI, BI Dorong Penerbitan Surat Berharga Komersial
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meneken Perjanjian Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Surat Berharga Komersial (SBK) dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kerja sama ini sebagai upaya mengakselerasi penerbitan dan transaksi instrumen SBK sebagai sumber pendanaan jangka pendek nonperbankan.

Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Agusman menerangkan, Surat Berharga Komersial (SBK) diterbitkan oleh korporasi non-bank berbentuk surat sanggup dan berjangka waktu sampai dengan satu tahun yang terdaftar di Bank Indonesia. "Kegunanannya sebagai alternatif pendanaan jangka pendek, seperti modal kerja maupun sara bridhing finance," ujar Agusman, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, ada banyak keuntungan dengan diterbitkannya SBK. Bagi penerbit, SBK merupakan alternatif pendanaan selain melalui perbankan serta tidak dijamin dengan agunan. Sementara bagi investor, investasi di SBK merupakan alternatif investasi instrumen pasar uang dengan imbal hasil yang lebih kompetitif dibanding produk pasar uang lain, seperti deposito

"Jadi ini solusi bagi pembiayan jangka pendek bagi investor. Ini pilihan dengan return lebih baik antara penempatan dana di bank atau luar bank," katanya.

Kehadiran SBK, terang dia semakin memperkaya instrumen di pasar keuangan dan semakin memudahkan menjalankan kebijakan moneter. Akselerasi penerbitan dan transaksi instrumen SBK ini juga sebagai upaya konsisten dalam mendorong permintaan domestik. Penandatanganan antara BI dan KSEI sekaligus menjadi tanda bahwa infrastruktur pasar SBK telah lengkap dan siap untuk dioperasionalkan guna melayani penerbitan dan transaksi SBK.

"Kalau sekarang instrumen minim, bisa dikatakan volatilitas di suku bunga hingga nilai tukar sangat besar. Asing akan cepat keluar termasuk investor sangat terbatas. Dengan demikian sulit bagi BI untuk masuk ke sektor rill," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada e-Voucher Gratis...
Ada e-Voucher Gratis untuk Pengunjung Virtual Booth MNC Sekuritas di CMSE 2021, Begini Cara Raihnya!
BEI Catat Ada 127 Emiten...
BEI Catat Ada 127 Emiten Berpotensi Terbitkan Surat Utang Komersial
Jadi Bank RDN, MNC Bank...
Jadi Bank RDN, MNC Bank Komitmen Tingkatkan Inklusi dan Literasi Pasar Modal Indonesia
Peringati HUT ke-45...
Peringati HUT ke-45 Pasar Modal, SRO Gelar Kegiatan CSR
Banyak Beud! Uang Beredar...
Banyak Beud! Uang Beredar Tembus Rp6.900,0 Triliun
Transparansi Dana Kelolaan,...
Transparansi Dana Kelolaan, BP Tapera Gandeng KSEI dan BRI
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
47 menit yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
3 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved