Kemenhub Fokus Kembangkan Angkutan Massal Darat Tahun Depan

Kamis, 13 Juni 2019 - 14:19 WIB
Kemenhub Fokus Kembangkan...
Kemenhub Fokus Kembangkan Angkutan Massal Darat Tahun Depan
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan fokus mengembangkan angkutan umum massal pada subsektor transportasi darat dan perkeretaapian pada tahun depan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berjanji akan meningkatkan anggaran untuk kedua subsektor tersebut.

Hal itu disampaikan Menhub seusai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR di Senayan Jakarta, Rabu (12/6) malam. Menhub mengatakan satu hal yang mendapat sorotan dari Komisi V DPR adalah diupayakannya angkutan massal yang berbasis kereta api dan berbasis bus.

Pada rapat tersebut diusulkan untuk meningkatkan anggaran di darat dan juga bagaimana agar berkolaborasi dengan PT Kereta Api untuk penambahan rolling stock (sarana kereta api) sehingga angkutan darat dan angkutan kereta api menjadi suatu hal yang masif.

Menhub mengungkapkan hal yang disampaikan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi bahwa dengan anggaran yang relatif tidak maksimal, maka harus dilakukan prioritas-prioritas kegiatan yang dianggap penting dan mendesak.

"Dari apa yang disampaikan tadi memang sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden bahwa dengan anggaran yang relatif tidak maksimal kita harus melakukan prioritas-prioritas apa kegiatan yang harus dilakukan. Pertama kali tentu kita melakukan kegiatan yang berkaitan dengan angkutan massal sehingga ada intensifikasi untuk perbaikan terminal, pembelian bus-bus, penambahan infrastruktur kereta api, penambahan rolling stock kereta api dan sebagainya," ujar Budi Karya dalam keterangan resminya, Kamis (13/6/2019).

Menhub menyatakan pihaknya membutuhkan dana yang banyak. Untuk di subsektor transportasi darat anggaran tersebut akan dipergunakan untuk melakukan revitalisasi terhadap ratusan terminal tipe A yang sudah diserahkan kepada Kemenhub, melakukan revitalisasi jembatan timbang, serta yang paling signifikan adalah menaikkan jumlah angkutan massal.

Pada subsektor perkeretaapian Menhub menyebutkan bahwa secara legal Kemenhub tidak boleh menyubsidi rolling stock (sarana kereta api), karena itu Kemenhub akan mendukung kegiatan infrastruktur sedangkan nanti PT KAI menginvestasi rolling stock. Diharapkan dengan cara ini akan meningkatkan pertumbuhan kereta api menjadi 20% pada tahun depan.

"Tahun ini saya senang karena pertumbuhan kereta api bukan 2-3% tapi sampai 10%, harapannya tahun depan 20%. Mengapa kita sampaikan demikian karena rel ganda yang kita investasikan belasan triliun rupiah sudah selesai tahun ini. Nanti PT KAI menginvestasikan di-rolling stock. Itu kita buat semua, jadi safety-nya bagus dan slotnya juga akan baik, oleh karenanya kita punya kesempatan untuk menambah slot-slot baru di sana," tutur Menhub.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ASN dan Pelajar Wajib...
ASN dan Pelajar Wajib Gunakan Bus Suroboyo Bantuan Kemenhub
Punya Kelebihan, Angkutan...
Punya Kelebihan, Angkutan Ilegal Masih Tetap Marak
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
KPPU Larang Organisasi...
KPPU Larang Organisasi Angkutan Darat Buat Kesepakatan Tarif Angkutan Barang
Tarif Naik cuma 11%,...
Tarif Naik cuma 11%, Pengusaha Penyeberangan Merasa Didiskriminasi
Berita Terkini
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
20 menit yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
39 menit yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
1 jam yang lalu
Fuad Bawazier Sebut...
Fuad Bawazier Sebut Pembiayaan Lewat SBN Berisiko Perbesar Beban Fiskal
1 jam yang lalu
Kondisi Jalur Distribusi...
Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
2 jam yang lalu
DJP Bidik Wajib Pajak...
DJP Bidik Wajib Pajak Baru, Sasar Data Rekening hingga Pelat Nomor Kendaraan
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved