IHSG Turun Tipis di Akhir Sesi Saat Bursa Asia Variatif

Kamis, 13 Juni 2019 - 16:43 WIB
IHSG Turun Tipis di...
IHSG Turun Tipis di Akhir Sesi Saat Bursa Asia Variatif
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir sesi perdagangan, Kamis (13/6/2019) tergelincir untuk mengiringi laju mixed bursa utama Asia lainnya. Hingga sesi penutupan, IHSG turun tipis ke level 6.273,08 dengan pelemahan 3,09 poin atau setara 0,05%.

Sebelumnya IHSG pada perdagangan sesi I merosot menjadi 6.262,48 usai kehilangan sebesar 13,701 poin atau 0,218% untuk berbalik melemah setelah sempat menanjak pada sesi pembukaan pagi tadi lewat tambahan 6,431 poin atau 0,102% menjadi 6.282,61. Laju mixed pada hari ini dibandingkan penutupan Rabu (12/6) yang bertengger di 6.276,18.

Sektor saham hingga perdagangan sore mayoritas berada dalam jalur negatif. Pelemahan terdalam menimpa sektor perkebunan yang ambruk 0,67% diikuti industri dasar dengan pelemahan 0.36%. Lompatan tinggi sejauh ini hanya berhasil dicetak oleh properti lewat peningkatan 2,08%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,09 triliun dengan 12,88 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp696,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,16 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,46 triliun. Tercatat sebesar 226 saham menguat, 212 melemah dan 144 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) naik Rp145 menjadi Rp1.930, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bertambah Rp105 menjadi Rp1.710 dan PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) meningkat Rp80 menjadi Rp910.

Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) menyusut Rp525 menjadi Rp6.075, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun Rp100 menjadi Rp3.300 serta PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. (GOLD) berkurang Rp50 menjadi Rp402.

Di sisi lain pasar saham Asia Pasifik bervariasi hingga sesi perdagangan sore hari ini, mengikuti penyusutan pada bursa saham AS alias Wall Street. Tercatat indeks Hang Seng, Hong Kong ditutup lebih rendah 0,15% menjadi 27.266,65 di tengah ketidakpastian setelah bentrokan yang terjadi antara pemprotes dan polisi anti huru hara atas RUU ekstradisi yang kontroversial.

Sementara itu tren penguatan justru dicetak bursa saham daratan China dipimpin Komposit Shanghai lewat peningkatan tipis 0,05 ke level 2.910,74 serta mengiringi Komposit Shenzhen turut melompat 0,287% menjadi 1.532,79. Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang tergelincir 0,46% untuk berada pada posisi 21.032,00 hingga akhir sesi perdagangan tengah pekan.

Saham pemasok Apple yakni Japan Display anjlok 11,94% setelah perusahaan mengumumkan rencana restrukturisasi baru, dengan presiden dan CEO perusahaan berencana bakal mundur. Indeks Topix juga turun 0,82% untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 1.541,50. Selanjutnya tekanan juga menimpa indeks Kospi, Korea Selatan usai jatuh 0,27% menjadi2.103,15 karena saham pembuat chip SK Hynix turun 3,35%.

Bursa patokan Australia yakni ASX 200 menutup perdagangan hari ini cenderung mendatar pada level 6.542,40. Sedangkan Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,36% pada sesi sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
Ditutup di Zona Hijau,...
Ditutup di Zona Hijau, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Berita Terkini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
46 menit yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
10 jam yang lalu
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
11 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
12 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
12 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved