Penurunan GWM Diyakini Tambah Likuiditas Perbankan

Jum'at, 21 Juni 2019 - 04:14 WIB
Penurunan GWM Diyakini...
Penurunan GWM Diyakini Tambah Likuiditas Perbankan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps (0,5%) sehingga masing-masing menjadi 6,0% dan 4,5%, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0%. Gubernur BI Pery Warjiyo mengatakan, penurunan GWM tersebut diyakini dapat menambah likuiditas perbankan sebesar Rp25 triliun.

"Semua bank akan meningkat likuiditasnya karena penurunan GWM ini, besarnya peningkatan tergantung dari Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing bank. Tapi seluruh bank akan naik likuiditasnya yaitu setengah persen dari DPK," ujar Perry saat konferensi pers hasil RDG di Jakarta.

Selain itu, tambahan likuiditas sebesar Rp25 triliun ini diharapkan perbankan dapat menyalurkan kreditnya sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jikalau ini semua disalurkan, lalu disimpan kembali di bank maka akan terjadi multiplier effect. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penambahan likuiditas atau melalui jalur kualitas," ungkap dia.

Penurunan GWM ini berlaku efektif mulai 1 Juni 2019. "Dari pantauan sebulan ini, kebijakan moneter yang akomodtaif kita realisasikan sekarang. Sudah kami sampaikan dapat berupa penambahan likuiditas melalui strategi operasi moneter yang menambah memastikan kecukupan likuiditas pasar uang dengan perbankan," jelasnya.

Sebagai informasi Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamatkan Bank Seret...
Selamatkan Bank Seret Likuiditas, BI dan OJK Seiya Sekata
Buat Bank yang Mau Kolaps,...
Buat Bank yang Mau Kolaps, Bisa Minta Dana Darurat ke BI
BI Guyur Insentif Likuiditas...
BI Guyur Insentif Likuiditas 124 Bank, Realisasi Tembus Rp255 Triliun
BI Suntik Perbankan...
BI Suntik Perbankan Rp118,4 Triliun Hingga Akhir Agustus 2021
Perbankan Nasional Masih...
Perbankan Nasional Masih Perkasa Hadapi Pandemi, Ini Kondisinya
Jaga Likuditas Perbankan,...
Jaga Likuditas Perbankan, BI Tekankan Belum Perlu Pakai Skema PLJP
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Permintaan...
AS Tolak Permintaan Israel untuk Tambah Helikopter Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved