Pemilik Bank Bali Minta Penjualan Saham Bank Permata Distop

Jum'at, 21 Juni 2019 - 17:01 WIB
Pemilik Bank Bali Minta...
Pemilik Bank Bali Minta Penjualan Saham Bank Permata Distop
A A A
JAKARTA - Pemilik Bank Bali Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata oleh Standart Chartered Bank dihentikan (suspend). Dia menilai proses penjualan saham bank tersebut tidak transparan.

"Saya meminta agar proses penjualan saham itu dihentikan, dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melakukan investigasi khusus. Segera," kata Rudy Ramli dalam siaran pers yang diterima, Jumat (21/6/2019).

Bank Bali, adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank yang lain (Bank Umum Nasional, Bank Media, Bank Patriot, Bank Universal). Bank Bali menjadi pimpinan dalam proses merger tersebut.

Rudy berharap usaha pemindahan kepemilikan saham Bank Permata milik Standard Chartered Bank (SCB) dilakukan secara transparan. Dia pun berharap otoritas menggunakan kewenangannya untuk melakukan investigasi dengan alasannya transparansi, keadilan dan kebenaran, mempertahankan aset bangsa, dan mencegah terulangnya kasus yang sama demi kehormatan bangsa.

"Persoalannya adalah ketika masuk kelolaan BPPN, Bank Bali dilikuidiasi senilai Rp11,89 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dari harga beli yang dikeluarkan Standard Chartered, yakni hanya Rp2,77 triliun. Sehingga ada potensi kerugian negara sekitar Rp9 triliun," ujar Rudy.

Kerugian ini, lanjut Rudy, diprediksi akan semakin besar dengan aksi Standard Chartered yang berupaya melepas sahamnya di Bank Permata. Oleh karena itu, terkait hal tersebut, Rudy telah melaporkan persoalan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Oktober 2018 lalu.

"Sementara baru itu langkah hukum yang kami lakukan. Normalnya calon investor Bank Permata mungkin akan berpikir ulang untuk membeli saham dari Standard Chartered. Namun kalau ternyata sampai ada pembeli yang jadi, kami mempertimbangkan untuk melakukan langkah hukum lain," tambahnya.

Menurut Rudy, bahwa siapapun yang ingin memiliki aset di Indonesia, terutama institusi strategis seperti bank, hendaknya transparan dan jelas, siapa pemiliknya, dan asal dananya. "Apakah kedua hal itu sudah dipenuhi oleh SCB?” tanya Rudy.

Menurut dia, dalam laporan tahunan SCB tahun 2006 ditemukan sebuah kejanggalan, dan juga beberapa tahun setelahnya, yang menunjukkan kejanggalan kepemilikan SCB atas Bank Permata.

Di laporan tersebut, kata dia, ada satu catatan, tentang kepemilikan SCB di Bank Permata yakni "There are no capital commitments related to the Group’s investment in Permata". "Artinya, SCB beli tanpa modal? Kok tidak ada komitmen? Terus yang dipakai modal siapa?" cetus Rudy.

Menurut dia, SCB wajib menjelaskan dengan menyertakan dokumen pendukung, apa maksud dari kalimat yang tertuang pada annual report tersebut. "Maka transaksi pengambilalihan Bank Permata wajib dipertanyakan oleh otoritas yang berwenang," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkok Bank Akuisisi...
Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata Rp33,66 Triliun
Diakusisi Bangkok Bank,...
Diakusisi Bangkok Bank, Bank Permata Perkuat Kinerja
Bank Permata Naik Jadi...
Bank Permata Naik Jadi BUKU 4 Akhir Tahun 2020
Laba Permatabank Tumbuh...
Laba Permatabank Tumbuh 24,2% di Smester I 2020
Enaknya, Integrasi Bikin...
Enaknya, Integrasi Bikin Bank Permata Langsung Naik Kelas ke BUKU IV
PermataBank Sukses Masuk...
PermataBank Sukses Masuk Jajaran ASEAN Asset Class
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
45 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved