Kurangi Rasio Utang, Solusi Bangun Indonesia Kaji Penerbitan Obligasi

Rabu, 26 Juni 2019 - 17:42 WIB
Kurangi Rasio Utang,...
Kurangi Rasio Utang, Solusi Bangun Indonesia Kaji Penerbitan Obligasi
A A A
JAKARTA - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang dulu bernama Holcim Indonesia berencana mengkaji penerbitan obligasi untuk mengurangi utang perseroan. Hingga Mei 2019 jumlah utang perseroan mencapai Rp9 triliun.

"Obligasi bisa menjadi salah satu opsi kami untuk bisa melunasi utang dan memperkuat profitabilitas," ujar Direktur SBI Agung Wiharto seusai paparan publik di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Agung berharap dengan menekan bunga utang bisa memperkuat kinerja keuangan perseroan sehingga akhir tahun ini atau tahun depan bisa membukukan laba. Hingga Maret 2019 SBI masih membukukan rugi bersih sebesar Rp123 miliar, namun jumlah itu menurun drastis jika dibandingkan Maret 2018 yang rugi bersihnya mencapai Rp332 miliar.

Sementara itu, Direktur Utama SBI Aulia Mulki Oemar menuturkan, salah satu strategi perseroan memperbaiki kinerja keuangan selain melakukan efisiensi, pihaknya juga akan melakukan divestasi aset-aset yang tidak dipergunakan. Saat ini perseroan sedang membuat daftar aset yang bisa dijual.

Lebih lanjut Aulia menuturkan, proyeksi bisnis semen hingga Mei 2019 masih mengalami pasang surut yang mengakibatkan terhambatnya laju pertumbuhan volume penjualan dari target yang diharapkan. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatatkan penurunan volume penjualan semen sebesar 3,68% dari pencapaian tahun 2018 sebesar 26,3 juta ton menjadi 25,75 juta ton.

Sementara, total ekspor tumbuh 21,03% dibandingkan 2018 dari 2,06 juta ton menjadi 2,49 juta ton. SBI sampai dengan Mei 2019, mengalami penurunan volume penjualan domestik sebesar 2,85% dari pencapaian tahun 2018 sebesar 4,04 juta ton menjadi 3.92 juta ton. Sementara volume ekspor SBI mengalami penurunan 27% dari 287.000 ton menjadi 208.000 ton.

"Kinerja perseroan terlihat masih lebih baik dibandingkan industri secara keseluruhan. Perseroan berharap akan terdapat peningkatan kebutuhan sekitar 3-4% di semester kedua mendatang yang didukung oleh cuaca yang lebih baik, serta berlanjutnya agenda pembangunan yang kita harapkan akan dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta pascapemilu," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! PT Multi Bintang...
Wow! PT Multi Bintang Indonesia Tbk Teguk Laba Rp924,7 Miliar di 2022
Harita Nickel Siap Bagi...
Harita Nickel Siap Bagi Dividen Tunai Rp1,6 Triliun
Tingkatkan Kinerja,...
Tingkatkan Kinerja, Wahana Inti Selaras Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun
Rampingkan Organisasi,...
Rampingkan Organisasi, Kinerja UNVR Optimistis Tumbuh Positif
Lunasi Obligasi, Lautan...
Lunasi Obligasi, Lautan Luas Siapkan Dana Rp285,5 Miliar
Harita Nickel Berencana...
Harita Nickel Berencana Buyback Saham Rp1 Triliun
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
1 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
4 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
5 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved