Sri Mulyani Tawarkan Insentif Pajak untuk Investor Jepang

Kamis, 27 Juni 2019 - 22:38 WIB
Sri Mulyani Tawarkan...
Sri Mulyani Tawarkan Insentif Pajak untuk Investor Jepang
A A A
JAKARTA - Investasi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan perekonomian. Dalam pertemuan bisnis rangkaian KTT G20 di Osaka, Jepang, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menawarkan beragam insentif bagi investor Jepang untuk menanamkan modal di Indonesia.

Promosi ini untuk meyakinkan Japan External Trade Organization (JETRO), dimana investasi dari Negeri Matahari Terbit belakangan ini agak terbenam.

Sri Mulyani mengatakan investasi Jepang di Indonesia akan masih menguntungkan. "Pertama, Indonesia memiliki pasar sangat besar dan bisa menjadi business hub untuk negara ASEAN dan di luar negara ASEAN. Selanjutnya, sangat dimungkinkan untuk mendapatkan tax holiday dan tax allowance," ujar Sri Mulyani dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Menkeu meyakinkan, ada beberapa kebijakan di Indonesia untuk memperbaiki investasi. Di bidang keuangan, ia menyebutkan ada kebijakan terkait pajak, kepabeanan dan cukai yaitu antara lain super deductible tax untuk perusahaan yang memberikan pelatihan dan investasi.

Untuk mendapatkan tax holiday, perusahaan perlu investasi di atas Rp500 miliar. Tax holiday ini berlaku terhadap 18 jenis usaha seperti petrokimia, elektronik, otomotif, dan sebagainya. Selain itu, bila perusahaan melakukan vocational training, maka akan mendapatkan fasilitas super deduction atau pengurangan pajak.

"Jadi, ada pilihan apakah perusahaan bisa mendapatkan fasilitas tax holiday atau tax allowance. Kedua proses untuk fasilitas tersebut sangat mudah," tuturnya.

Saat ini, sudah ada 25 perusahaan senilai Rp296 triliun yang mendapatkan fasilitas tax holiday. Selain tax holiday, juga ada fasilitas kawasan berikat sebagai hub di bidang ekspor dan investasi.

Terkait investasi di bidang finansial, Indonesia perlu modal jangka panjang untuk investasi di bidang infrastruktur. Saat ini, Indonesia sedang melakukan program financial deepening yang dikoordinasi oleh Kemenkeu, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Tujuannya untuk melakukan mobilisasi tabungan untuk investasi di bidang keuangan.

Menkeu melanjutkan bahwa Indonesia ingin belajar lebih spesifik terkait digital banking. Data keuangan merupakan data strategis, sehingga perlindungan data menjadi sangat penting.

Mengenai masalah perpajakan ekonomi digital, pemerintah Indonesia terbuka dan bersedia mendiskusikan lebih lanjut. Selain itu, hal ini juga sedang dibahas di G20 mengenai bentuk kebijakan perpajakan ekonomi digital yang adil dan terbuka.

"Pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh untuk membuat iklim investasi di Indonesia semakin menarik, termasuk kebijakan perpajakan yang terbuka dan adil,” tegasnya.

Menkeu juga mengangkat insentif pajak properti yang baru saja dikeluarkan. Ia menyampaikan, tujuan aturan ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, meningkatkan daya saing dan investasi di sektor properti, serta kemudahan melakukan validasi PPh final bagi para pengembang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasar Keuangan Membaik,...
Pasar Keuangan Membaik, Menkeu Optimis Banyak Investor Asing Masuk
Temui Jokowi di Istana...
Temui Jokowi di Istana Bogor, Direktur IMF Puji Kepemimpinan RI di G20
Ekonomi RI Lebih Baik...
Ekonomi RI Lebih Baik dari G20, Sri Mulyani: Jangan Merasa Krisis Sudah Lewat
Situasi Global Kian...
Situasi Global Kian Pelik, Sri Mulyani Sebut Jaga Keutuhan Forum G20 Jadi Tantangan
SMRC : Investor Jepang...
SMRC : Investor Jepang Lebih Diterima Dibanding China
Manfaat RI Presidensi...
Manfaat RI Presidensi G20, Buka 3.000 Lapangan Kerja hingga Kerek Konsumsi
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
31 menit yang lalu
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
1 jam yang lalu
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
3 jam yang lalu
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved