IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Enam Saham Ini

Senin, 01 Juli 2019 - 07:27 WIB
IHSG Diprediksi Melemah,...
IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Enam Saham Ini
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini secara teknikal berpotensi melemah setelah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu hanya menguat 0,09% ke level 6.358,629.

Analis dari Reliance Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, MACD sudah menyentuh area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI terlihat sudah membentuk pola dead cross di area overbought.

"Di sisi lain, terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham yang menurutnya dapat menjadi pertimbangan investor antara lain sebagai berikut :

1. AUTO
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Dia merekomendasikan akumulasi beli pada area level 1.425–1.440, dengan target harga secara bertahap di level 1.455, 1.580, 1.705 dan 1.830. Support: 1.425 & 1.390.

2. DOID
Terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Rekomendasinya untuk saham ini adalah akumulasi beli pada area 500–515, dengan target harga secara bertahap di level 525, 555, 585 dan 620. Support: 492.

3. INTP
Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. Menurut dia, saham ini layak diakumulasi beli pada area 19.700–20.000, dengan target harga secara bertahap di level 20.525, 20.950 dan 21.500. Support: 19.700 & 19.200.

4. PTBA
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 dan MA 20 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. Dia menyarankan akumulasi beli pada area level 2.920–2.970, dengan target harga secara bertahap di level 2.990, 3.030, 3.090, 3.220 dan 3.360. Support: 2.920 & 2.880.

5. SCMA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli menurutnya bisa dilakukan pada area level 1.590–1.610, dengan target harga secara bertahap di level 1.650 dan 1.700. Support: 1.590 & 1.580.

6.SHIP
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. Nafan menyarankan akumulasi beli pada area level 810–820, dengan target harga secara bertahap di level 840, 855 dan 885. Support: 810 & 795.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Diramal Bergerak...
IHSG Diramal Bergerak di Kisaran 6.000-6.092, Saham Ini Layak Dikoleksi
Cermati Saham-saham...
Cermati Saham-saham Ini di Tengah Lanjutan Tren Penguatan IHSG
IHSG Akhir Pekan Berpotensi...
IHSG Akhir Pekan Berpotensi Makin Perkasa Menuju Level 6.200
Pelototin Saham Ini...
Pelototin Saham Ini Saat IHSG Berpeluang Berbalik Menguat
Cermati Saham Ini Saat...
Cermati Saham Ini Saat IHSG Tertekan Skenario Perpanjangan PPKM Darurat
IHSG Ada Peluang Balik...
IHSG Ada Peluang Balik ke Level 6.000, Pelototin Saham Ini
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
22 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
54 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved