Rupiah Tertekan ke Rp14.146, Imbas Hubungan AS-China
Selasa, 02 Juli 2019 - 10:39 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp14.146, Imbas Hubungan AS-China
A
A
A
JAKARTA - Mulai mesranya hubungan Amerika Serikat dan China telah menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Data Bloomberg pada Selasa (2/7/2019), rupiah tertekan 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.146 per USD pada pukul 10.23 WIB.
Sebelumnya, awal perdagangan, mata uang kecintaan kita dibuka tergerus 16 poin atau 0,11% menjadi Rp14.129 per USD, setelah kemarin ditutup di level Rp14.112 per USD.
Sejumlah mata uang Asia lainnya pada perdagangan pagi ini melemah terhadap USD, seperti won Korea Selatan -0,67%, peso Filipina -0,31%, rupiah Indonesia -0,24%, baht Thailand -0,22%, yuan China -0,22%, ringgit Malaysia -0,16%, dan dolar Singapura -0,07%. Hanya rupee India yang menguat +0,11% dan yen Jepang +0,02%.
Pelemahan rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada pagi ini, dimana rupiah terdepresiasi 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.142 per USD, dibandingkan penutupan Senin kemarin di Rp14.110 per USD.
Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok rupiah pada Selasa ini di Rp14.140 per USD, tertekan 23 poin dari level Rp14.117 per USD pada Senin kemarin.
Melansir dari CNBC, dolar Amerika Serikat mendapat tenaga seiring mulai mesranya hubungan AS dengan China saat bertemu di KTT G20 di Osaka, Jepang, pada akhir pekan silam. Kedua kepala negara sepakat untuk tidak saling melakukan hambatan tarif terhadap produk masing-masing negara.
Presiden AS Donald Trump juga memberi kelonggaran bagi perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei untuk membeli produk dari perusahaan-perusahaan AS. Keputusan tersebut memberi harapan akan perbaikan ekonomi global ditengah meningkatnya perang dagang selama ini yang telah menekan ekonomi dunia.
Indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia menanjak menjadi 96,821, setelah sesi penutupan Senin naik ke level 96,844.
Sebelumnya, awal perdagangan, mata uang kecintaan kita dibuka tergerus 16 poin atau 0,11% menjadi Rp14.129 per USD, setelah kemarin ditutup di level Rp14.112 per USD.
Sejumlah mata uang Asia lainnya pada perdagangan pagi ini melemah terhadap USD, seperti won Korea Selatan -0,67%, peso Filipina -0,31%, rupiah Indonesia -0,24%, baht Thailand -0,22%, yuan China -0,22%, ringgit Malaysia -0,16%, dan dolar Singapura -0,07%. Hanya rupee India yang menguat +0,11% dan yen Jepang +0,02%.
Pelemahan rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance pada pagi ini, dimana rupiah terdepresiasi 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.142 per USD, dibandingkan penutupan Senin kemarin di Rp14.110 per USD.
Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok rupiah pada Selasa ini di Rp14.140 per USD, tertekan 23 poin dari level Rp14.117 per USD pada Senin kemarin.
Melansir dari CNBC, dolar Amerika Serikat mendapat tenaga seiring mulai mesranya hubungan AS dengan China saat bertemu di KTT G20 di Osaka, Jepang, pada akhir pekan silam. Kedua kepala negara sepakat untuk tidak saling melakukan hambatan tarif terhadap produk masing-masing negara.
Presiden AS Donald Trump juga memberi kelonggaran bagi perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei untuk membeli produk dari perusahaan-perusahaan AS. Keputusan tersebut memberi harapan akan perbaikan ekonomi global ditengah meningkatnya perang dagang selama ini yang telah menekan ekonomi dunia.
Indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia menanjak menjadi 96,821, setelah sesi penutupan Senin naik ke level 96,844.
(ven)