Jurus Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Nasional

Sabtu, 06 Juli 2019 - 19:13 WIB
Jurus Dongkrak Daya...
Jurus Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Nasional
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus memacu industri makanan dan minuman (mamin) nasional agar lebih berdaya saing global di era digital. Sebab, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman menjadi satu dari lima sektor yang diprioritaskan pengembangannya agar siap memasuki era industri 4.0.

“Guna menciptakan produk industri yang kompetitif dan inovatif, sehingga bisa diminati hingga pasar ekspor, diperlukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Ini menjadi salah satu tugas layanan kami di balai-balai yang berada di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI),” ujar Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman merupakan salah satu andalan dalam kelompok sektor manufaktur nasional. Pada triwulan I tahun 2019, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,77% mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,07%.

Industri makanan dan minuman juga berperan penting sebagai penyumbang devisa yang cukup signfikan. Kontribusi ini terlihat dari investasi industri makanan dan minuman sebesar Rp12,77 triliun di triwulan I-2019. Selain itu, memberikan sumbangan nilai ekspor hingga USD8,25 miliar atau berkontribusi 20,95% terhadap total ekspor industri pengolahan pada periode Januari-April 2019.

Menurut Ngakan, dalam upaya mendongkrak daya saing industri makanan di dalam negeri, pihaknya sedang merancang showcase dalam bentuk suatu lini percontohan dalam penerapan industri 4.0 untuk pembuatan tepung mocaf dan pengolahan produk kakao. “Melalui showcase 4.0, diharapkan pemahaman pelaku industri terhadap Revolusi Industri 4.0 semakin cepat dan meluas” tuturnya.

Mocaf atau modified cassava flour adalah produk tepung dari ubi kayu yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi pati dengan cara fermentasi. Proses ini akan memperbaiki sifat organoleptik tepung ubi kayu serta meningkatkan daya simpannya

Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA)Siti Rohmah Siregar dalam kesempatan terpisah menyatakan, BBIA sebagai salah satu unit litbang di bawah BPPI Kemenperin, telah menjadikan mocaf sebagai salah satu topik dalam kegiatan litbang.

“Beberapa hasil litbang yang dihasilkanBBIA terkait dengan mocaf, antara lain pembuatan starter mokaf, tepung mokaf, dan aplikasinya untuk pangan. Kemudian, pengembangan mokaf sebagai makanan pangan darurat siap saji yang cukup kalori dengan masa simpan yang memadai dan mudah dalam pendistribusian. Selain itu, pengambangan mocaf sebagai pangan tradisional dan pangan siap saji/instan,” papar Siti.

Mengenai pengembangan riset, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dalam upaya merumuskan arah, prioritas utama dan kebijakan strategis pembangunan nasional mengenai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pemerintah membentuk Dewan Riset Nasional (DRN).

Kegiatan utama DRN adalah menggali pemikiran dan pandangan untuk pembangunan iptek melalui sidang, rapat, workshop, diskusi, kunjungan lapangan dan kerja sama serta kegiatan lainnya. Hasil penggalian dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kepada pemerintah dalam bentuk Policy Brief, Laporan Tahunan, Kebijakan Strategis Iptek dan Inovasi, serta Agenda Riset Nasional.

Di dalam kenggotaan DRN terbaru untuk masa bakti 2019-2022, Kemenperin mengirimkan dua wakilnya, yaitu Kepala BPPI Ngakan Timur Antara di Komisi Teknis Pangan dan Pertanian, serta Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Zakiyudin di Komisi Teknis Material Maju.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produk Air Minum dalam...
Produk Air Minum dalam Kemasan Dipastikan Kemenperin Sesuai SNI
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Gandeng Marketplace,...
Gandeng Marketplace, Kemenperin Gairahkan Industri Kopi
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
31 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
47 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved