Bos Inalum: Hilirisasi Tambang Butuh Intensif Fiskal

Senin, 08 Juli 2019 - 16:36 WIB
Bos Inalum: Hilirisasi...
Bos Inalum: Hilirisasi Tambang Butuh Intensif Fiskal
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan butuh terobosan untuk melaksanakan program hilirisasi mineral dan batubara. Adapun terobosan tersebut di antaranya terkait kebijakan fiskal dari Kementerian Keuangan.

“Kami dari industri hilir membutuhkan insentif fiskal karena pemerintah pasti mendapatkan pajak dan kenaikan PPn (Pajak Pertambahan Nilai) atau PPh (Pajak Penghasilan) jauh lebih besar dari objek produk hilirnya,” ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Tak hanya itu, kebutuhan material secara berkesinambungan juga harus mampu dipenuhi di dalam negeri. “Misalnya saja komoditas nikel itu sekarang kita ekspor mendekati 3 juta ton per tahun. Padahal kalau mau bangun pabrik stainless steel kebutuhannya mencapai 5 juta ton,” jelasnya.

Masalah serupa, tak hanya dari komoditas nikel. Pihaknya menyebut pasokan batu bara jadi persoalan penting dalam menjalankan program hilirisasi. Ia mencontohkan, PTBA itu sekarang produksinya mencapai 25 juta ton per tahun tapi dalam 5 tahun ke depan untuk mencukupi pembangkit listrik mencapai 11 juta ton per tahun.

“Itu belum mencukupi kebutuhan pabrik syngas, metanol, dan DME (Demethyl Ether) membutuhkan 13 juta ton per tahun. Akibatnya dalam 5 tahun ke depan tadinya ekspor 25 juta ton akan menyerap 24 juta ton untuk mengubah jadi listrik, syngas dan metanol,” ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hilirisasi Jadi Kunci...
Hilirisasi Jadi Kunci Pemanfaatan Hasil Tambang yang Optimal
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Habiskan Rp4,6 Triliun,...
Habiskan Rp4,6 Triliun, Tambang Batu Bara Bawah Tanah Pertama di Indonesia Beroperasi
Ledakan di Tambang Batu...
Ledakan di Tambang Batu Bara Turki Tewaskan 28 Penambang, Puluhan Terjebak
Amankan Pasokan Batu...
Amankan Pasokan Batu Bara, PLN Caplok Perusahaan Tambang
Saran Ahli Tambang Agar...
Saran Ahli Tambang Agar Produksi Batu Bara Tidak Oversupply
Berita Terkini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
10 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
34 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved