Harga Minyak Melemah, Subsidi Energi Rendah

Selasa, 16 Juli 2019 - 21:21 WIB
Harga Minyak Melemah,...
Harga Minyak Melemah, Subsidi Energi Rendah
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja subsidi energi pada semester I atau akhir Juni 2019 sebesar Rp56,2 triliun atau 35,1% dari pagu yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp160 triliun.

Realisasi tersebut lebih rendah dibanding semester I/2018 yang mencapai Rp59,5 triliun atau 63% dari pagu APBN 2018.

"Realisasi subsidi yang lebih rendah terutama dikarenakan perubahan harga minyak mentah (ICP)," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Sebagai informasi, asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia yang ditetapkan dalam APBN 2019 adalah sebesar USD70 per barel. Namun, realisasinya hingga paruh pertama 2019 hanya sebesar USD63 per barel.

Sri Mulyani menambahkan, realisasi subsidi energi yang lebih rendah juga dikarenakan pada tahun 2018 terdapat pembayaran sebagian kekurangan subsidi energi tahun sebelumnya, serta harga indeks pasar (HIP) dan formula harga patokan LPG tahun 2019 yang lebih rendah dari tahun 2018.

Sementara itu, realisasi subsidi nonenergi pada semester I justru lebih tinggi Rp1,3 triliun atau 8,7% dibanding periode yang sama tahun 2018 karena terdapat percepatan realisasi Subsidi Pupuk dan Subsidi Kredit Program dalam tahun 2019.

Selain itu, percepatan realisasi Public Service Obligation yang diberikan pada PT KAI (Persero) dan PT Pelni (Persero) turut mendorong kenaikan realisasi subsidi nonenergi.

Secara total realisasi belanja subsidi hingga akhir Juni 2019 mencapai Rp71,9 triliun atau 32% dari pagu APBN 2019 yang sebesar Rp224,3 triliun.

Realisasi belanja subsidi tersebut meliputi subsidi energi Rp56,2 triliun (35,1% pagu APBN) dan subsidi nonenergi Rp15,7 triliun (24,4% pagu APBN).

Jika dibandingkan dengan realisasi belanja subsidi pada periode yang sama tahun 2018, realisasi belanja subsidi pada paruh pertama tahun ini lebih rendah Rp2,07 triliun atau 2,80%.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Reputasi RI Rusak Soal...
Reputasi RI Rusak Soal Menjaga Defisit APBN di Mata Dunia
Sri Mulyani Pastikan...
Sri Mulyani Pastikan Daerah Kantongi Tambahan Dana Insentif
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Pendapatan Negara Minus...
Pendapatan Negara Minus 12,4% Terbebani Guyuran Insentif
RAPBN 2023, Subsidi...
RAPBN 2023, Subsidi Energi Turun 33% Jadi Rp336,7 Triliun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
57 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved