Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara Diperkirakan 5,4%

Jum'at, 19 Juli 2019 - 18:39 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara Diperkirakan 5,4%
A A A
MEDAN - Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan kualitas pertumbuhan ekonomi yang baik, dengan angka pertumbuhan ekonomi yang kerap di atas rata-rata nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut Wiwiek Sisto mengatakan, perekonomian Sumut diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,0-5,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang didorong oleh perbaikan kinerja konsumsi pemerintah, ekspor antar daerah serta berkurangnya tekanan impor luar negeri.

"Kita akan lakukan perbaikan penyerapan anggaran. Selain itu, kenaikan anggaran transfer dari pusat dapat mendorong konsumsi pemerintah," ujarnya di Medan, Jumat (19/7/2019).

Dia pun optimistis bila melihat kapasitas provinsi dengan perekonomian terbesar keenam di Indonesia dan tertinggi di wilayah Sumatera, pertumbuhan Sumatera Utara selalu tumbuh di atas rata-rata nasional.

"Pada kuartal I/2019, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tumbuh cukup kuat mencapai 5,30% (yoy), lebih tinggi dari nasional (5,07%, yoy)," sebutnya.

Realisasi ini ditopang oleh perbaikan kinerja sektor konstruksi. Sektor konstruksi terakselerasi didorong oleh berlanjutnya proyek–proyek pembangunan infrastruktur pemerintah yang bersifat multiyears.

Dalam tiga tahun terakhir, lanjut Wiwiek, pembangunan yang terus dilaksanakan di berbagai daerah diperkirakan berdampak positif terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Sumut.

Tercatat tingkat kemiskinan menurun dari 9,85% pada 2015 menjadi 8,94% pada 2018, sementara tingkat pengangguran terbuka pada periode yang sama juga menurun dari 6,7% menjadi 5,56%.

"Disparitas antar kabupaten/kota masih terlihat. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Sumut masih ditopang oleh lima kabupaten/kota khususnya yang berada di pesisir timur," jelasnya.

Sementara perluasan implementasi kebijakan bauran bahan bakar biodiesel 20% (B20) diyakini akan meningkatkan permintaan minyak sawit mentah (CPO) dan biodiesel sehingga memperkuat ekspor antar daerah.

Di sisi lapangan usaha, pembangunan infrastruktur bernilai besar yang terus berlanjut turut menopang lapangan usaha konstruksi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI FAST Beri Dampak...
BI FAST Beri Dampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi Digital
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Ekonomi RI
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
BI Potong Proyeksi Pertumbuhan...
BI Potong Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Jadi 4,6-5,4 Persen
BI Rate Turun, Langkah...
BI Rate Turun, Langkah Strategis Dorong Ekonomi lewat Pendanaan
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved