Percobaan Penempatan Pekerja Migran ke Arab Saudi Diharapkan Mulai September

Senin, 22 Juli 2019 - 20:31 WIB
Percobaan Penempatan...
Percobaan Penempatan Pekerja Migran ke Arab Saudi Diharapkan Mulai September
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) berharap pada September tahun ini sudah bisa dilakukan percobaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi dengan sistem satu kanal yang sudah disepakati kedua pemerintah.

Ketum Apjati Ayub Basalamah di sela pertemuan bisnis dengan mitra 11 perusahaan syarikah dari Arab Saudi di Jakarta mengatakan, potensi penempatan sangat besar, tetapi untuk tahap awal akan dilakukan selektif. "Untuk tahap awal kita akan menempatkan eks-Saudi yang secara kompetensi sudah memenuhi syarat," kata Ayub di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Menurut dia, banyak pihak mengharapkan proyek percontohan ini bisa sukses agar bisa menjadi contoh bagi penempatan ke negara Timur Tengah lainnya. Sebelumnya, Indonesia menghentikan sementara (moratorium) penempatan ke Saudi dan sejumlah negara di Timur Tengah lainnya sejak 2011.

Sementara, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hardi mengatakan, momen ini sudah lama ditunggu sejak Indonesia memutuskan moratorium penempatan sejak 2011.

"Meski penempatan satu kanal masih uji coba tapi langkah yang baik diharapkan akan menghasilkan sistem yang lebih baik," ucap dia. Dia menjelaskan bahwa data PBB yang mencatat 258 juta orang melakukan migrasi antarnegara pada 2017 dan jauh lebih banyak dibanding tahun 2000 yang sebanyak 173 juta orang.

Salah satu pendorong migrasi adalah ketenagakerjaan (labor migrasi), seperti Indonesia yang melimpah pekerja dan Saudi yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Kementerian Luar Negeri pun menegaskan dukungannya atas penempatan dalam satu kanal. "Proses hulu dan hilir adalah suatu mata rantai yang tidak terpisah, karena itu pendekatannya harus komprehensif," ujar Andri.

Data di Kementerian Luar Negeri pada 2017-2018 terdapat 23.092 permasalahan, 64,2% (14.759 kasus) menyangkut pekerja migran dan mayoritas (7.935 kasus) terjadi di Timur Tengah.

Sementara, Menaker Hanif Dhakiri dalam sambutannya yang dibacakan Plt Dirjen Binapenta Edi Purnomo mengatakan dasar hukum penempatan satu kanal adalah Kepmenaker No 291 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal.

Menteri Hanif mengingatkan sistem penempatan satu kanal adalah proyek percontohan yang disepakati Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi untuk kurun waktu, wilayah dan jabatan tertentu. Penempatan ini tidak mencabut pelarangan (moratorium) penempatan ke Saudi dan sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.

Kedua negara punya pengawasan penuh atas penempatan satu kanal ini. Karena itu perusahaan yang terlibat juga dibatasi jumlahnya, dimana di Indonesia terseleksi 57 perusahaan dan 11 syarikah yang dipilih Kerajaan Saudi.

"Jika, hasil evaluasi berjalan baik dan tak kendala berarti maka akan diteruskan dan mungkin akan diadopsi ke penempatan negara Timur Tengah lain," ujar Hanif.

Ahmad, mewakili syarikah Saudi mengatakan perusahaan mereka terpercaya, sangat peduli pada perlindungan, hingga menghadirkan pengacara jika dibutuhkan. "Setiap pekerja mendapat telepon seluler yang setiap saat bisa terhubung dengan konsuler Indonesia," tuturnya. Dia juga menyatakan syarikah berkomitmen dan taat pada regulasi yang sudah ditentukan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Moratorium PMI ke Arab...
Moratorium PMI ke Arab Saudi Dibuka, Apjati: Peluang Tingkatkan Kapasitas
Keran Pekerja Migran...
Keran Pekerja Migran Domestik ke Arab Saudi akan Dibuka Lagi, Perlindungan Maksimal Harus Dilakukan
Apjati Lepas Keberangkatan...
Apjati Lepas Keberangkatan 31 Pekerja Migran Indonesia ke Saudi
Indonesia Kembali Kirim...
Indonesia Kembali Kirim TKI ke Arab Saudi, Segini Gaji dan Bonusnya
TKI Asal Paningkiran...
TKI Asal Paningkiran Majalengka Dikabarkan Meninggal Dunia di Arab
BP2MI Pantau Perkembangan...
BP2MI Pantau Perkembangan Kasus Penyiksaan Sulasih di Arab Saudi
Berita Terkini
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
13 menit yang lalu
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
14 menit yang lalu
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
1 jam yang lalu
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
1 jam yang lalu
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
1 jam yang lalu
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
1 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved