USD Tegak Jelang Rapat The Fed, Rupiah Tunduk ke Rp14.027
Selasa, 30 Juli 2019 - 17:26 WIB
USD Tegak Jelang Rapat The Fed, Rupiah Tunduk ke Rp14.027
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pulang tertunduk terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagagangan Selasa (30/7/2019). Data Bloomberg mencatat rupiah terdepresiasi 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.027 per USD, berbanding kemarin di Rp14.020 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka turun tipis 2 poin atau 0,01% ke level USD14.022 per USD. Sepanjang Selasa ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.018-Rp14.036 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat mata uang kecintaan kita, melemah 5 pon atau 0,03% ke level Rp14.020 per USD, dimana Senin kemarin berada di Rp14.015 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.006-Rp14.035 per USD.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mengumumkan realisasi investasi pada semester I 2019 sebesar Rp395,6 triliun, belum dapat berbuat banyak untuk mengerek rupiah.
Faktor eksternal jelang rapat bank sentral AS, Federal Reserve dan keputusan Bank of Japan mempertahankan suku bunga, membuat dolar AS stabil di posisi tertinggi dua bulan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed untuk pertama kalinya sejak 2008 sebesar 25 basis poin menarik perhatian investor.
Melansir dari CNBC, beberapa bank sentral mulai pasang kuda-kuda untuk merespon keputusan The Fed. "Dunia kini melihat pelonggaran moneter mulai tersinkronisasi. Nada dovish akan berlanjut hingga paruh kedua tahun ini," ujar Francis Tan, ahli strategi investasi di UOB Private Bank.
Adapun indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di 98,167, setelah naik dari level 98,0 pada sesi kemarin.
Awal perdagangan, rupiah dibuka turun tipis 2 poin atau 0,01% ke level USD14.022 per USD. Sepanjang Selasa ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.018-Rp14.036 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat mata uang kecintaan kita, melemah 5 pon atau 0,03% ke level Rp14.020 per USD, dimana Senin kemarin berada di Rp14.015 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.006-Rp14.035 per USD.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mengumumkan realisasi investasi pada semester I 2019 sebesar Rp395,6 triliun, belum dapat berbuat banyak untuk mengerek rupiah.
Faktor eksternal jelang rapat bank sentral AS, Federal Reserve dan keputusan Bank of Japan mempertahankan suku bunga, membuat dolar AS stabil di posisi tertinggi dua bulan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed untuk pertama kalinya sejak 2008 sebesar 25 basis poin menarik perhatian investor.
Melansir dari CNBC, beberapa bank sentral mulai pasang kuda-kuda untuk merespon keputusan The Fed. "Dunia kini melihat pelonggaran moneter mulai tersinkronisasi. Nada dovish akan berlanjut hingga paruh kedua tahun ini," ujar Francis Tan, ahli strategi investasi di UOB Private Bank.
Adapun indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di 98,167, setelah naik dari level 98,0 pada sesi kemarin.
(ven)