CAD Membengkak, Gubernur BI Salahkan Perang Dagang

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 21:17 WIB
CAD Membengkak, Gubernur...
CAD Membengkak, Gubernur BI Salahkan Perang Dagang
A A A
JAKARTA - Kabar buruk diakhir pekan. Bank Indonesia mengumumkan bahwa defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II 2019 mencapai USD8,44 miliar atau 3,04% dari PDB.

Angka CAD ini membengkak dibandingkan kuartal I 2019 sebesar USD7 miliar (2,6%), bahkan CAD kuartal II 2018 yang sebesar USD7,9 miliar atau 3,01% dari PDB. Bila dirunut ke belakang, posisi CAD pada kuartal II 2019 merupakan yang terburuk dalam lima tahun atau sejak 2014.

Terkait memburuknya angka CAD, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan hal tersebut akibat situasi eksternal. Salah satunya, perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang seolah tidak ada hentinya, sehingga mempengaruhi kinerja perdagangan.

"Risiko perang dagang kian menguat setelah AS menambah tarif impor 10% bagi barang impor China dan dibalas dengan devaluasi yuan oleh China," ujar Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Perry menerangkan bahwa untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan, maka pemerintah harus intensif melakukan ekspor ke AS. Khususnya, produk-produk substitusi China yang selama ini diekspor ke AS.

"Pemerintah harus juga menangkap peluang relokasi investasi dari China ke Indonesia. Ini penting sebagai peluang Penanaman Modal Asing (PMA)," jelas dia.

Pemerintah mengatakan pembengkakan CAD kuartal II 2019 disebabkan oleh beberapa faktor seperti, repatriasi dividen, pembayaran bunga utang luar negeri, melemahnya kinerja ekspor, dampak perlambatan ekonomi dunia, dan melemahnya harga komoditas.

Ekspor non migas pada kuartal II 2019 tercatat USD37,2 miliar, turun dibandingkan capaian kuartal sebelumnya USD38,2 miliar. Defisit neraca perdagangan migas juga meningkat menjadi USD3,2 miliar dari USD2,2 miliar pada kuartal sebelumnya, seiring kenaikan harga minyak global dan peningkatan permintaan musiman impor migas terkait hari raya Idul Fitri dan libur sekolah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Proyeksi Defisit...
BI Proyeksi Defisit Transaksi Berjalan 2020 Capai 1,5%
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I 2020 Akan Rendah, Dibawah 1,5% PDB
Bank Indonesia Optimis...
Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Ini Faktor Bikin Defisit...
Ini Faktor Bikin Defisit Transaksi Berjalan 1,4% dari PDB
Impor Turun, Defisit...
Impor Turun, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I/2020 di Bawah 1,5%
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Tembus USD2,2 M di Kuartal I-2024
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved