Tekan Penyelundupan, Bea Cukai Kembangkan Pusat Logistik e-Commerce

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 10:26 WIB
Tekan Penyelundupan,...
Tekan Penyelundupan, Bea Cukai Kembangkan Pusat Logistik e-Commerce
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan bisnis e-commerce berjalan cepat dan bergerak secara dinamis. Hal ini berkat dukungan platform digital yang berfokus kepada perdagangan elektronik menggunakan kekuatan teknologi.

Karena itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengembangkan Pusat Logistik Berikat e-commerce (PLB-e) yang pertama di Indonesia.

"Dengan adanya PLB e-commerce ini, maka kegiatan e-commerce cross border di negara kita semakin berkembang," ujar Direktur Fasilitasi Kepabeanan DJBC Kementerian Keuangan, Oentarto Wibowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/8/2019).

Selain itu, negara juga akan mendapat dampak ekonomi yang positif, yaitu adanya kegiatan ekonomi lainnya dari kegiatan e-commerce, dari yang semula hanya menjadi objek e-commerce.

"Keberadaan PLB e-commerce pasti akan berdampak pada peningkatan pemerintah dari sisi penerimaan bea masuk dan pajak, karena adanya transparansi barang-barang yang diimpor ke Indonesia, baik dari sisi jumlah, jenis, juga harga," papar Oentarto.

Keberadaan PLB e-commerce ini, lanjut dia, akan mampu menaikkan dasar penerapan pajak (tax base).

PLB e-commerce akan menjadi saluran bagi masuknya barang-barang impor yang dijual melalui platform e-commerce secara legal. Sistem perdagangan e-commerce ini, diakuinya, sudah tidak bisa lagi dibendung. Selama ini diduga kuat produk yang dijual melalui e-commerce, masuk ke Indonesia dengan sistem impor borongan.

Melalui program Penertiban Impor Beresiko Tinggi (PIBT) yang dicanangkan sejak bulan Juli 2017 oleh DJBC bersama dengan semua instansi penegak hukum, maka pemasukan barang e-commerce dapat lebih terseleksi.

"Jika tidak diberikan saluran yang baik, akan menimbulkan masalah lain yaitu penyelundupan," tegasnya.

PLB e-commerce tidak hanya bertujuan menarik barang impor yang akan diperjualbelikan pada platform e-commerce di Indonesia, namun ada tujuan lainnya. Yakni mendorong ekspor produk-poduk IKM Indonesia.

Caranya dengan mewajibkan para pelaku e-commerce agar memasarkan produk-produk IKM Indonesia dengan menampilkannya melalui platform e-commerce mereka.

Apalagi jika pelaku e-commerce tersebut adalah pelaku e-commerce yang sudah mendunia seperti Alibaba, Amazone, Lazada, dan sebagainya. Memasarkan produk IKM Indonesia dengan batasan maksimal 15% dari produk yang ditimbun untuk dijual melalui platform e-commerce adalah kewajiban, sebagaimana tercantum pada PMK No.28/PMK.04/2018.

Lisa Juliawati, Presiden Direktur PT Uniair Indotama Cargo, perusahaan pengelola PLB e-commerce, menambahkan dengan ketersediaan jaringan dan infrastruktur PLB e-commerce akan mensejajarkan posisi daya saing Indonesia di tingkat internasional.

"Selama ini banyak IKM di Indonesia yang masih kesulitan memasarkan produknya. Dengan PLB e-commerce, diharapkan membantu mereka mengatasi masalah-masalah tersebut secara berkelompok," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bea Cukai Bandung Asistensi...
Bea Cukai Bandung Asistensi Pengusaha Tempat Penimbunan Berikat
Dirjen Bea Cukai Tinjau...
Dirjen Bea Cukai Tinjau Kawasan Berikat, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekspor
Menperin Sebut Kawasan...
Menperin Sebut Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Jadi Pintu Masuk Impor Ilegal
Kamrussamad Dorong Kinerja...
Kamrussamad Dorong Kinerja Bea Cukai untuk Kualitas Bisnis Logistik
Bangun Pusat Logistik...
Bangun Pusat Logistik Berikat, Barata Indonesia Investasi Rp3,5 Miliar
Wow, Transaksi e-Commerce...
Wow, Transaksi e-Commerce 2022 Diprediksi Tembus Rp540 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Rezim Zelensky Panik,...
Rezim Zelensky Panik, Rusia dan AS Kompak Tekan Ukraina Gelar Pemilu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved