DPR Minta Ekspor Batu Bara Dihentikan Secara Bertahap

Senin, 12 Agustus 2019 - 20:01 WIB
DPR Minta Ekspor Batu...
DPR Minta Ekspor Batu Bara Dihentikan Secara Bertahap
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk menghentikan ekspor batu bara secara bertahap. Langkah tersebut dinilai perlu guna memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

"Rata-rata volume ekspor batu bara mencapai 300 juta ton per tahun mengalahkan Rusia ataupun Australia. Batu bara sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbarui sebaiknya bertahap dihentikan ekspornya untuk mencukupi kebutuhan domestik," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi saat diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Menurutnya pemerintah bisa lebih ketat dalam melakukan pembatasan produksi batu bara. Pembatasan produksi diperlukan supaya tidak terus diekploitasi penambang.

"Sebagian besar produksi batu bara yang di ekspor mencapai 85% sementara sisanya untuk mencukupi kebutuhan domestik. Sebab itu perlu adanya pembatasan lebih ketat supaya ke depan tidak banyak impor," tandasnya.

Hal senada dikatakan Direktur Eksekutif Center For Indonesia Resources Strategic Studies (Ciruss) Budi Santoso. Budi meminta supaya pemerintah lebih hati-hati dalam memberikan izin kepada pengusaha dalam mengeruk hasil tambang batu bara untuk di ekspor.

Ia menyarankan supaya produksi batu bara secara optimal untuk mencukupi kebutuhan domestik. Pemerintah dapat mendorong badan usaha melakukan gasifikasi batu bara.

"Apabila produksi batu bara berlebih sebaiknya dibatasi bukan di ekspor atau badan usah didorong melakukan gasfikasi batu bara sehingga bermanfaat lebih di dalam negeri," ujarnya.

Ia menegaskan pengembangan proses konversi batu bara ke dalam bentuk synthetic natural gas (syngas) dipastikan mampu mengurangi subsidi elpiji. Di mana subsidi elpiji setiap tahun sebesar 6,2 juta ton atau mencapai Rp75 triliun per tahun.

"Manfaat gasifikasi batu bara besar sekali. Batu bara itu termasuk energi murah dan kita kaya akan batu bara seharusnya secara optimal bisa dimanfaatkan untuk dalam negeri," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waketum Kadin: Batu...
Waketum Kadin: Batu Bara Masih Penting dalam Ketahanan Energi Indonesia
Gandeng AS Garap Gasifikasi...
Gandeng AS Garap Gasifikasi Batubara, Erick Thohir Ingin Hilangkan Ketergantungan Impor
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Tak Ada Temuan Baru,...
Tak Ada Temuan Baru, Batu Bara RI Bisa Habis 65 Tahun Lagi
Indonesia Larang Ekspor...
Indonesia Larang Ekspor Batu Bara, Bagaimana Nasib China?
Hilirisasi Batu Bara...
Hilirisasi Batu Bara Potensial Jadi Energi Alternatif Masa Depan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved