Kurangi Pengangguran, Rp10 Triliun Disiapkan untuk Kartu Pra Kerja

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 23:34 WIB
Kurangi Pengangguran,...
Kurangi Pengangguran, Rp10 Triliun Disiapkan untuk Kartu Pra Kerja
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah menganggarkan sebesar Rp10 triliun di 2020 untuk peluncuran Kartu Pra Kerja, sebagai upaya mengurangi pengangguran. Seperti diketahui Kartu Pra Kerja merupakan kartu yang diberikan kepada pencari kerja atau pekerja untuk mendapatkan layanan pelatihan vokasi (skilling dan re-skilling) dan/atau sertifikasi kompetensi kerja.

Kartu ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pencari kerja, dengan inovasi implementasinya melalui platform (digital) bagi pencari kerja, khususnya anak muda, dan yang sedang bekerja (alih profesi/korban PHK).

"Untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, pemerintah anggarkan sebesar Rp10 triliun di 2020 untuk peluncuran Kartu Pra Kerja," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Peluncuran kartu ini menargetkan 2 juta peserta, dengan rincian 1,5 juta peserta digital dan 500 ribu peserta reguler. Menkeu menjelaskan, bahwa Skilling ditargetkan untuk para pencari kerja fresh graduate, dengan tujuan untuk skill adjustment dan pembekalan kemampuan vokasional untuk bekerja sehingga mengurangi pengangguran. Sementara itu, lanjut ia, Re-skilling ditargetkan untuk para alih profesi, pekerja ter-PHK atau berpotensi ter-PHK.

"Re-skilling bertujuan untuk memberikan pembekalan kemampuan vokasional yang baru/berbeda untuk alih profesi maupun wirausaha, dengan demikian, bisa mencegah pengangguran kembali," tandasnya.

Implementasi Kartu Pra Kerja ini akan didasarkan pada dua tipe, yaitu digital dan reguler. Peserta digital akan memperoleh pelatihan dari swasta(lembaga dan sertifikasi sesuai PMO) dan insentif, dimana peserta memilih pelatihan melalui platform digital, untuk kemudian dilanjutkan dengan pelatihan online (e-learning) dan offline (tatap muka).

"Untuk peserta reguler, akan diberikan pelatihan offline dan sertifikasi di LPK pemerintah (termasuk BLK), LPK Swasta, dan TC Industri (di tahap pengembangan selanjutnya)," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jurus Pemerintah Atasi...
Jurus Pemerintah Atasi Kenaikan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
Anggaran Kemenkeu 2021...
Anggaran Kemenkeu 2021 Disetujui DPR Rp42,36 Triliun
Sri Mulyani Ungkap Anggaran...
Sri Mulyani Ungkap Anggaran Ini Sering Jadi Temuan BPK
Duh, Anak Muda dan Pendidikan...
Duh, Anak Muda dan Pendidikan Rendah Dominasi Pengangguran di Indonesia
Dampak Covid 19, Sri...
Dampak Covid 19, Sri Mulyani: Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia Meningkat
DPR Setujui Anggaran...
DPR Setujui Anggaran untuk Sri Mulyani Sebesar Rp43,19 Triliun
Berita Terkini
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
23 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
37 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
57 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved