Fokus Hilirisasi Industri untuk Dukung Lompatan Ekonomi

Senin, 26 Agustus 2019 - 20:01 WIB
Fokus Hilirisasi Industri...
Fokus Hilirisasi Industri untuk Dukung Lompatan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Pemerintah optimistis implementasi kebijakan hilirisasi industri akan menjaga kekuatan perekonomian nasional agar tidak mudah terombang-ambing di tengah fluktuasi harga komoditas. Industri pengolahan diyakini amat penting dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

"Dengan fokus hilirisasi industri, tentunya akan bisa melakukan lompatan kemajuan lagi bagi ekonomi kita. Maka itu, perlu dipacu pertumbuhan dan pengembangan industri pengolahan di dalam negeri," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Mengenai potensi sumber daya alam, Menperin menjelaskan, Indonesia punya keunggulan komparatif dibanding negara lain. Dengan modal inovasi, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, dan penguasaan teknologi, Indonesia diyakini akan mampu menggenjot nilai tambah komoditasnya lebih tinggi lagi. Langkah strategis tersebut telah tertuang dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Airlangga menyebutkan, hilirisasi industri telah berjalan di berbagai sektor, antara lain pertambangan dan perkebunan. Contohnya di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel.

Lompatan kemajuan lain menurutnya tampak pada hilirisasi industri sawit. Produk hilir sawit cenderung meningkat dalam kurun lima tahun terakhir. Kontribusinya terhadap perolehan devisa pun cukup signifikan. "Pada tahun 2018, rasio volume ekspor bahan baku dan produk hilir sebesar 19% banding 81%," ujarnya.

Airlangga mengemukakan, Indonesia merupakan produsen terbesar minyak sawit mentah (CPO) dan minyak kernel sawit mentah (CPKO) dengan produksi pada 2018 sebesar 47 juta ton. Laju pertumbuhan produksi minyak sawit pun diperkirakan meningkat signifikan.
"Ekspor minyak sawit dan produk turunannya menyumbang devisa negara hingga USD22 miliar per tahun," tandasnya

Menperin menambahkan, pihaknya terus mengawal kebijakan mandatori biodiesel 20% (B20), yang akan ditingkatkan menjadi B30 pada awal tahun 2020. Kemudian, diharapkan pada tahun 2021-2022, komposisi penggunaan bahan bakar nabati akan ditingkatkan menjadi B50 dan B100.

Pelaksanaan kebijakan mandatori biodiesel, jelasnya, membawa banyak manfaat, antara lain penghematan impor BBM diesel, pengurangan emisi, dan terbukti mampu menahan jatuhnya harga CPO internasional pada saat terjadi kelebihan suplai pada periode tahun 2015-2016.

Kementerian Perindustrian pun telah menyusun peta jalan pengembangan industri yang terintegrasi dengan kebijakan biofuel nasional. Hal ini untuk mewujudkan industri nasional yang rendah emisi karbon dan berwawasan lingkungan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Setahun Jokowi-Ma’ruf,...
Setahun Jokowi-Ma’ruf, Hilirisasi Industri Diklaim Semakin Optimal
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Kemenperin Terus Dorong...
Kemenperin Terus Dorong Hilirisasi Industri Logam
Menperin Dukung Peningkatan...
Menperin Dukung Peningkatan Pendidikan Vokasi Industri
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
8 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
14 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
18 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved